Penggunaan algoritma surface energy balance system (SEBS) pada citra landsat 8 multitemporal untuk estimasi evapotranspirasi aktual di DAS Mangkang Timur, DAS Garang dan DAS Kanal
Khalifah Insan Nur Rahmi,
2015 | Skripsi |Air merupakan kebutuhan yang mutlak bagi setiap makhluk di permukaan bumi. Air erat kaitannya dengan siklus hidrologi, salah satu proses yang terjadi dalam siklus tersebut adalah evapotranspirasi baik atual maupun potensial. Evapotranspirasi aktual (ETa) dapat diektraksi dari citra penginderaan jauh menggunakan algoritma Surface Energy Balance System (SEBS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan citra Landsat 8 dalam menurunkan parameter-parameter untuk estimasi ETa, mengetahui akurasinya berdasarkan data stasiun meteorologi dan klimatologi, serta mengetahui distribusi spasial ETa berdasarkan penutup lahan. Estimasi ETa menggunakan algoritma SEBS yang merupakan pengembangan dari sistem imbangan energi di permukaan bumi, yaitu energi netto (Rn) sebanding dengan jumlah energi panas tanah (G0), panas terasa (H) dan energi laten (?E) . ETa merupakan bagian dari ?E yang dihitung berdasarkan algoritma SEBS. Parameter-parameter yang diperlukan untuk memberntuk SEBS yaitu: albedo, emisivitas, suhu permukaan, NDVI, fraksi vegetasi, LAI, kekasaran permukaan transfer momentum (Z0m), tinggi kanopi, dan DEM. Setiap parameter ini berfungsi untuk membentuk unsur-unsur imbangan energi baik Rn, G0, H, ataupun ?E. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua parameter memiliki akurasi yang baik dibandingkan data lapangan atau referensi sebagai penyusun algoritma SEBS untuk menghasilkan ETa. Hasil akurasi ETa berdasarkan data stasiun meteorologi yaitu 0,99 mm/hari, 2,18 mm/hari, dan 2,66 mm/hari pada 3 lokasi stasiun yang berbeda. Nilai ETa paling tinggi ada di objek tubuh air sebesar 9.6 mm/hari dan paling rendah pada objek seng sebesar 5,6 mm/har
Kata Kunci :