Penentuan lokasi wisata Bahari menyelam dan Snorkeling berdasarkan analisis data quickbird dan sistem informasi geografis disebagian perairan Pulau Kemujan, Kabupaten Jepara,Jawa Tengah
Sammy Arkoun Serageldin,
2015 | Skripsi |Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi sumberdaya alam pesisir dan lautan yang sangat besar, sehingga perlu dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat indonesia, dengan selalu memberlakukan usaha untuk menjaga kelestarian lingkungannya. Salah satu potensinya yaitu pariwisata bahari, khususnya menyelam dan snorkeling. Kegiatan wisata bahari tersebut memiliki kriteria kriteria tertentu, sehingga tidak semua area lautan bisa dimanfaatkan untuk wisata bahari. Penggunaan teknologi Penginderaan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi geografi (SIG), dengan memanfaatkan citra Quickbird, sangat membantu dalam memetakan area yang sesuai untuk kegiatan wisata bahari, khususnya menyelam dan snorkeling. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengetahui nilai akurasi PJ dan SIG dalam menentukan kawasan yang sesuai untuk menyelam dan snorkeling dan (2)Mengetahui sebaran lokasinya di perairan Pulau Kemujan dalam bentuk peta. Kesesuaian lokasi ini dilakukan dengan menggabungkan parameter parameter yang berpengaruh dalam kegiatan wisata bahari, yaitu keberadaan terumbu karang, kedalaman, kejernihan dan kecepatan arus perairan. Parameter parameter tersebut digabungkan dan dianalisis untuk mencari lokasi yang sesuai untuk kegiatan menyelam dan snorkeling. Pengambilan data lapangan dilakukan untuk mengoreksi dan melengkapi setiap parameter agar sesuai dilapangan serta memodelkannya kembali dan dihitung akurasi modelnya. Analisis overlay model biner digunakan untuk membagi kelas menjadi 2 yaitu kelas sesuai dan kelas tidak sesuai. Dari analisis overlay ini dihasilkan zona sesuai untuk snorkeling seluas 52,15 ha dengan akurasi model sebesar 87,5%; zona sesuai untuk menyelam A1 seluas 43,29 ha dengan akurasi model 90,625% dan zona sesuai untuk menyelam A2 seluas 70,53 ha dengan akurasi model 90,625%
Kata Kunci :