Laporkan Masalah

Interpretasi struktur geologi dan litologi melalui citra landsat 8 dan SRTM disebagian kabupaten Rembang dan sekitarnya

Carolina Ajeng Sukmawati Putri,

2015 | Skripsi |

Pemetaan geologi sebagai langkah awal dalam kegiatan eksplorasi sumberdaya alam masih banyak dilakukan secara terestrial sehingga tidak efektif dan efisien. Teknik penginderaan jauh dapat digunakan sebagai solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Citra Landsat 8 dan SRTM resolusi spasial 30 meter adalah produk baru yang belum banyak dimanfaatkan untuk kajian geologi, khususnya di Kabupaten Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan citra Landsat 8 dan citra SRTM untuk identifikasi struktur geologi dan litologi; dan untuk memetakan struktur geologi dan litologi di wilayah kajian. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode utama, yaitu interpretasi citra untuk struktur geologi dan litologi, serta evaluasi hasil ketelitian citra penginderaan jauh. Interpretasi visual struktur geologi dan litologi dilakukan secara digital (screen digitizer). Pengolahan citra tersebut diantaranya kombinasi band 567 Landsat8, pemfilteran spasial highpass undirectional (laplacian), penajaman kontras ekualisasi histogram, dan penggabungan citra dengan menumpangkan citra Landsat 8 hasil pengolahan diatas hillshade DEM citra SRTM. Tingkat ketelitian citra diukur dengan membandingkan hasil interpretasi terhadap kenyataan di lapangan dan data geologi, sedangkan tingkat kemampuan citra diukur dengan menilai setiap hasil pengolahan citra dalam mengidentifikasi aspek fisik medan pada citra. Hasilnya menunjukkan struktur geologi berupa kelurusan sesar tampak berarah baratdaya-timur, dan terdapat 6 antiklinal dan 3 sinklinal berarah tenggara-baratlaut. Terdapat pula 6 jenis batuan (litologi) diantaranya endapan aluvium (lempung, pasir, kerikil, kerakal, batu lanau), andesit dan tuff, napal, batulempung, batugamping, dan batupasir. Metode penggabungan citra Landsat 8 dan SRTM memiliki kemampuan terbaik dalam identifikasi aspek fisik medan. Interpretasi struktur geologi memiliki akurasi sebesar 90%, sedangkan interpretasi litologi 78,90%.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.