Laporkan Masalah

Pemanfaatan citra MTSAT-2R, TRMM-2A12 dan Aster GDEM-2 untuk estimasi curah hujan di Jawa Bagian Tengah

Hamim Zaky Hadibasyir,

2015 | Skripsi |

Perkembangan teknologi penginderaan jauh dapat dijadikan alternatif dalam menyediakan data CH melalui integrasi citra MTSAT-2R yang dapat mengukur suhu puncak awan (SPA) dalam resolusi temporal 1 jam dan citra TRMM-2A12 yang memberikan data intensitas hujan dalam mm/jam. Adapun citra ASTER GDEM-2 yang dapat memberikan data kondisi relief permukaan bumi dapat menunjang proses estimasi CH dari data penginderaan jauh karena hujan juga dipengaruhi oleh kondisi topografi. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan SPA dari MTSAT-2R dengan CH dari TRMM-2A12 supaya menghasilkan CH estimasi MTSAT-TRMM, menurunkan variabel topografi (elevasi, kemiringan lereng, arah hadap lereng) dari ASTER GDEM-2, mengetahui variabel topografi yang menunjang estimasi CH, mengestimasi CH menggunakan regresi linier stepwise, dan mengkaji distribusi CH pada puncak musim hujan. Lokasi penelitian yaitu Jawa bagian tengah yang terdiri atas Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Desember 2013, Januari 2014, Februari 2014. Metode yang digunakan yaitu regresi non linier antara SPA dari MTSAT- 2R dengan intensitas hujan dari TRMM-2A12, penurunan variabel topografi melalui analisis zona, pencarian variabel yang menunjang estimasi CH menggunakan regresi linier stepwise, estimasi CH menggunakan regresi linier stepwise, dan analisis distribusi CH secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hubungan berkebalikan eksponensial antara SPA dengan CH dari TRMM-2A12. Proporsi lereng menghadap selatan yang diturunkan dari ASTER GDEM-2 dengan teknik analisis zona dapat menunjang estimasi CH Februari 2014. Estimasi CH dengan regresi linier stepwise memilki nilai keakuratan yang lebih tinggi dibandingkan dengan CH estimasi MTSATTRMM tanpa regresi linier stepwise yang dibuktikan dengan lebih rendahnya nilai rerata RMSE dengan selisih sebesar 132 mm/bulan, 53 mm/bulan, 23 mm/bulan, 118 mm/musim untuk periode Desember 2013, Januari 2014, Februari 2014, puncak hujan (agregasi Desember, Januari, Februari). CH rendah terdistribusi di bagian tenggara, CH sedang terdistribusi di bagian selatan hingga timur laut, CH tinggi hingga sangat tinggi terdistribusi di bagian tengah dan utara wilayah kajian.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.