Pemanfaatan citra quickbird untuk kajian hubungan kesehatan lingkungan permukiman dengan penyakit Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue dikecamatan Umbulharjo Yogyakarta
Vidya Nahdhiyatul Fikriyah,
2015 | Skripsi |Informasi tentang kesehatan lingkungan dan kejadian penyakit penting diperlukan sebagai usaha pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan citra Quickbird untuk menyadap data parameter kesehatan lingkungan permukiman, mengetahui kondisi kesehatan lingkungan di Kecamatan Umbulharjo, mengetahui pola sebaran kejadian penyakit demam berdarah dengue dan chikungunya, serta mengetahui hubungan antara parameter kesehatan lingkungan permukiman dengan kejadian penyakit dan angka bebas jentik. Citra Quickbird tahun 2010 digunakan untuk menyadap data kepadatan permukiman, kerapatan pohon pelindung, dan kondisi halaman, ditambah dengan data parameter pengelolaan air limbah, pembuangan sampah serta kondisi saluran air hujan yang diperoleh dari pengecekan lapangan. Perhitungan nilai akurasi interpretasi citra Quickbird dilakukan dengan membandingkan hasil interpretasi dengan kondisi di lapangan. Peta kelas kesehatan lingkungan permukiman didapatkan dari hasil pengkelasan seluruh parameter penentu baik yang didapatkan dari interpretasi citra maupun kegiatan lapangan. Data kejadian penyakit dan angka bebas jentik diperoleh dari Puskesmas Umbulharjo I dan II yang kemudian dilakukan plotting di lapangan. Penentuan pola sebaran dilakukan dengan perhitungan nilai indeks titik kejadian penyakit pada metode Average Nearest Neighbour, sedangkan perhitungan korelasi antara kondisi kesehatan lingkungan permukiman dengan angka bebas jentik menggunakan metode rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Quickbird memiliki tingkat ketelitian interpretasi sebesar 86.67%, dimana secara umum kondisi blok permukiman di Kecamatan Umbulharjo termasuk sedang (56.88%). Selanjutnya, pola sebaran baik untuk penyakit demam berdarah dengue maupun chikungunya termasuk mengelompok dan banyak terjadi di permukiman kelas sedang. Terdapat korelasi yang cukup kuat antara kondisi kesehatan lingkungan permukiman dengan keberadaan jentik, dimana kepadatan permukiman, kondisi halaman, serta pengelolaan air limbah merupakan parameter yang berpengaruh besar.
Kata Kunci :