Laporkan Masalah

Pengembangan wilayah tertinggal dikabupaten Klaten

Happy Okysari,

2015 | Skripsi |

Suatu pembangunan seringkali belum dapat mencapai tujuan pemerataan pembangunan sehingga menimbulkan kesenjangan antar wilayah dimana terdapat wilayah yang telah berkembang dan wilayah yang masih tertinggal perkembangannya, seperti pada Kabupaten Klaten yang menunjukkan adanya kesenjangan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah tertinggal di Kabupaten Klaten dengan menggunakan indikator dari Kementerian Pengembangan Daerah Tertinggal dan Badan Pusat Statistik yang telah dimodifikasi, menganalisis potensi dan permasalahan wilayah tertinggal, dan menganalisis strategi kebijakan pengembangan wilayah tertinggal di Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode skoring data potensi desa berdasar pada indikator-indikator untuk menentukan wilayah tertinggal di Kabupaten Klaten. Selain itu menggunakan metode Rapid Rural Appraisal dan indepth interview untuk menggali potensi dan permasalahan yang dimiliki wilayah tertinggal, serta menggunakan metode analisis SWOT untuk menganalisis strategi pengembangan wilayah tertinggal di Kabupaten Klaten sebagai upaya pemerataan pembangunan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa di Kabupaten Klaten terdapat 158 desa tertinggal yang berada pada 24 kecamatan dari total 401 desa pada 26 kecamatan di Kabupaten Klaten. keseluruhan desa tertinggal tersebut tergolong kedalam 5 klasifikasi tipologi meliputi tipologi perbukitan-pinggiran kota, perbukitan-perdesaan, dataran-pinggiran kota, dataran-koridor antar kota, dan dataran-perdesaan. Desa tertinggal yang memiliki tipologi karakteristik wilayah yang berbeda maka potensi dan permasalahan yang dimiliki juga berbeda-beda. Desa tertinggal yang berada pada tipologi perbukitan memiliki potensi dan permasalahan yang berbeda dengan desa tertinggal yang berada pada tipologi dataran, begitu pula dengan desa tertinggal yang berada pada tipologi pinggiran kota, koridor antar kota, maupun perdesaan. Sehingga strategi pengembangan desa tertinggal menyesuaikan pada potensi dan permasalahan yang ada pada setiap desa tertinggal. Strategi pengembangan desa tertinggal yang dianalisis yang berada pada tipologi perbukitan yaitu dengan pengembangan potensi perkebunan dan pariwisata, sedangkan yang berada pada tipologi dataran yaitu dengan pengembangan potensi pertanian dan industri kecil menengah.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.