Laporkan Masalah

Perbandingan metode interpolasi berdasarkan variasi relief dalam pembuatan digital elevation model disebagian wilayah Jawa Timur

Adi Artanto,

2015 | Skripsi |

Digital Elevation Model (DEM) merupakan data spasial yang sering digunakan dalam kajian geologi, kebencanaan, lingkungan maupun lainnya. Kualitas DEM sering sekali diabaikan. Kualitas DEM salah satunya dipengaruhi oleh Metode Interpolasi. Perbedaan metode interpolasi memberikan hasil DEM yang berbeda sehingga berpengaruh pada akurasi vertikal maupun tampilan grafis DEM. Penelitian bertujuan membandingkan metode interpolasi berdasarkan variasi relief. Perbandingan metode interpolasi pada beberapa penelitian sebelumnya belum memasukan faktor relief wilayah. Relief wilayah menggambarkan kondisi topografi dimana kondisi topografi mempengaruhi kemampuan metode interpolasi untuk bekerja secara maksimal Metode yang dibandingkan yaitu Natural Neighbor, Inverse Distance Weighted, Spline, Ordinary Kriging dan Universal Kriging. Wilayah kajian dibagi berdasarkan perbedaan relief melalui kemiringan lereng. Perbandingan tersebut dilakukan dengan membandingkan nilai akurasi vertikal dan tampilan grafis DEM. Data yang digunakan dalam pembuatan DEM adalah masspoint hasil kompolasi foto udara skala 1 : 25.000 sedangkan untuk pengujian akurasi vertikal DEM yaitu titik tinggi hasil pengukuran lapangan BIG tahun 2007. Nilai akurasi vertikal didapatkan melalui perhitungan RMSE. Tampilan grafis DEM dibandingkan melalui profil, hillshade, dan 3D. Metode Ordinary Kiging menjadi metode dengan nilai akurasi vertikal terbaik sebesaar 2,00865 m pada wilayah dengan relief datar. Metode Spline tipe Regulized menjadi metode dengan nilai akurasi vertikal terbaik pada 5 wilayah lainnya yaitu relief berombak 4,11768 m, relief berombak-bergelombang 9,285591 m, relief berbukit hingga perbukitan 10,6678 m, relief perbukitan hingga bergunung 13,93205 m dan relief bergunung 15,46237. Nilai akurasi vertikal berbanding lurus dengan kualitas tampilan grafis DEM. Metode Spline menghasilkan tampilan grafis dengan permukaan halus dan kesan topografi yang tajam begitu juga dengan Natural Neighbor dan Ordinary Kriging. Metode Inverse Distance Weighted dan Universal Kriging menghasilkan tampilan grafis dengan permukaan yang tidak sesuai dengan permukaan bumi dan mengalami penyimpangan bentuk permukaan melalui pola tonjolan-tonjolan.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.