Tingkat efisiensi industri rumah tangga minuman tradisional terhadap pendapatan didesa Giripeni kecamatan Wates kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta
Denny Indra Kurniawan,
2015 | Skripsi |Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah yang banyak memiliki industri kecil, rumah tangga maupun industri besar. Salah satu daerah yang memiliki usaha rumahan yaitu Desa Giripeni. Industri rumah tangga yang banyak terdapat di Desa Giripeni yaitu industri pengolahan minuman tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui perawatan tanaman yang dilakukan oleh pengusaha industri minuman tradisional (2) teknologi yang digunakan dalam industri minuman tradisional dan (3) efisiensi usaha dari industri minuman tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan metode sensus terhadap seluruh produsen minuman tradisional di Desa Giripeni. Data yang digunakan adalah data primer yang didapat melalui wawancara, data kondisi fisik desa, dan data monografi desa. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan tanaman yang dilakukan pelaku industri sederhana dan tidak memerlukan biaya yang besar. Teknologi yang digunakan sederhana dan ada juga yang menggunakan teknologi semi modern dengan menggunakan mesin giling. Penerimaan setiap bulan rata-rata Rp 811.333 ini tergantung dari jumlah produk yang dijual dan harga produk. Pendapatan industri minuman tradisional Rp 242.250. Efisiensi usaha minuman tradisional rata-rata 1,46. Nilai R/C rasio 1,46 berarti bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan dalam suatu awal kegiatan usaha memberikan penerimaan sebesar 1,46 kali dari biaya yang telah dikeluarkan. Hal ini berarti bahwa industri minuman tradisional yang telah dijalankan sudah efisien yang ditunjukkan dengan nilai R/C rasio lebih dari satu. Kata Kunci : industri rumah tangga, minuman tradisional, teknologi, dan Efisiensi, Giripeni Kulon Progo
Kata Kunci :