Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk estimasi debit puncak kaitannya dengan banjir di DAS Bogowonto
Rizkalia Atika,
2015 | Skripsi |INTISARI DAS Bogowonto dikategorikan prioritas pertama pengelolaan DAS (Menhut, 2009) dan memiliki bentuk linier yang mengindikasikan debit puncak tidak cepat terbentuk. Namun, saat musim hujan sering dilanda banjir. Salah satu kejadian banjir besar terjadi pada 20 Desember 2013 yang menyebabkan kerugian ekonomi maupun sosial masyarakat setempat. Dalam menangani hal tersebut, data debit puncak dan kondisi fisik lahan DAS perlu diketahui. Namun, ketersediaan data-data hidrologi terbatas. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui kemampuan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk estimasi debit puncak DAS Bogowonto, (2) mengetahui distribusi spasial koefisien limpasan setiap sub DAS dan nilai debit puncak DAS Bogowonto saat kejadian banjir akhir tahun 2013, dan (3) mengetahui sub DAS yang paling berkontribusi dalam kejadian banjir di DAS Bogowonto pada akhir tahun 2013. Metode yang digunakan untuk estimasi debit puncak adalah metode rasional yang melibatkan variabel koefisien limpasan (C), intensitas hujan (I), dan luas DAS/sub DAS (A). Pada koefisien limpasan digunakan metode Cook dimana citra Landsat 8 diterapkan untuk ekstraksi penutup lahan dan delineasi batas DAS/sub DAS, sedangkan analisis tumpangsusun pada SIG digunakan untuk perolehan nilai C. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Citra Landsat 8 mampu diterapkan untuk identifikasi batas DAS/sub DAS dan menghasilkan ketelitian 86,49% pada penutup lahan, aplikasi SIG pada kemiringan lereng menghasilkan ketelitian 82,24%, aplikasi penginderaan jauh dan SIG menghasilkan ketelitian 70% pada laju infiltrasi dan pada debit puncak mencapai ketelitian tertinggi 99,941%, (2) nilai C DAS Bogowonto dikategorikan tinggi dengan nilai tertinggi pada Sub DAS Bogowonto Hulu dan estimasi debit puncak DAS Bogowonto menghasilkan 1123,522 m3/detik pada 20 Desember 2013, (3) sub DAS yang paling berkontribusi dalam banjir ditinjau dari nilai C dan debit puncak adalah Sub DAS Bogowonto Hulu, ditinjau dari nilai I dan waktu konsentrasi adalah Sub DAS Semanggung, Dekso, Bagelen, dan Plamping. Kata Kunci : Citra Landsat 8, SIG, debit puncak, koefisien limpasan, banjir
Kata Kunci :