Integrasi teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk kajian potensi airtanah : Kasu DAS Tallo provinsi Sulawesi Selatan
Abdul Muis Muslimin,
2015 | Skripsi |Air merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Oleh karena itu diperlukan kearifan dalam mengelola dan memanfaatkannya. Untuk mengelola dan memanfaatkannya diperlukan pengetahuan tentang potensi airtanah. Potensi airtanah tidak dapat secara langsung ditentukan dari citra, tetapi variabel–variabel yang berkaitan dengan kondisi dan karakteristik airtanah dapat ditentukan dengan menggunakan informasi kondisi fisik lahan yang dapat diamati dari citra. Dengan menggunakan citra Landsat ETM+ dan citra SRTM dapat diperoleh data tentang kondisi geologi, geomorfologi, vegetasi (penutup lahan) di daerah penelitian. Untuk meningkatkan akurasi dari interpretasi citra, maka diperlukan survai lapangan. Dengan menggabungkan informasi dari interpretasi citra dan data dari survai lapangan maka diperoleh data-data dari variabel penentu potensi airtanah seperti bentuklahan, slope, porositas, koefisien permeabilitas, fluktasi muka airtanah, kedalaman muka airtanah, dan kualitas airtanah. Dengan metode analisis SIG masing-masing variabel tersebut maka dapat dilakukan skoring dan overlay sehingga dapat diperoleh peta potensi airtanah. Hasil dari penelitian ini berupa peta zonasi potensi airtanah di DAS Tallo, yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu Zona Potensi Airtanah Rendah dengan luas 128.546.063 m2 , Zona Potensi Airtanah Sedang dengan luas 146.033.359 m2 dan Zona Potensi Airtanah Tinggi dengan luas 96.912.578 m2. Zonasi potensi airtanah ini dapat dimanfaatkan sebagai salahsatu acuan dalam menentukan arahan penggunaan airtanah di DAS Tallo. Kata kunci: Citra Landsat 7 ETM+, SIG, Potensi Airtanah
Kata Kunci :