Laporkan Masalah

Akurasi beda tinggi DSM dan DEM menggunakan citra ALOS PRISM dan kontur digital

Amrih Pan Nulung A,

2015 | Skripsi |

Data spasial sebagai informasi keruangan yang mempunyai sistem koordinat untuk memodelkan permukaan bumi dalam bidang datar atau 3 dimensi. Data spasial banyak digunakan dalam berbagai bidang diantaranya adalah pengelolaan sumber daya alam dan perencanaan tata ruang. Salah satu data spasial yang sering digunakan dalam ekstraksi informasi permukaan bumi adalah Digital Elevation Model (DEM). DEM merupakan data digital yang menyimpan informasi spasial dan sebagai bentuk model permukaan bumi. Perkembangan DEM saat ini lebih berorientasi pada citra yang dapat diolah untuk memodelkan permukaan bumi yang lebih efektif dan efisien. Perkembangan lebih lanjut, pemodelan elevasi permukaan bumi dengan menggunakan citra disebut sebagai Digital Surface Model (DSM) akan tetapi sangat minim penelitian/kajian mengenai akurasi DSM pada kelas elevasi. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui akurasi beda tinggi DSM PRISM dan kontur RBI dan (2) mengetahui akurasi DSM PRISM citra ALOS PRISM (Panchromatic Remote-sensing Instrument for Stereo Mapping) berdasar standar BAKOSURTANAL (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional). Citra stereo ALOS PRISM sebagai sumber data elevasi DSM dengan perekaman dari arah nadir dan back-ward. Pengolahan citra ALOS PRISM dalam penelitian ini menggunakan metode cross-correlation. Akurasi DSM diuji dengan pengukuran data lapangan. Perolehan beda tinggi menggunakan selisih DSM dan DEM. Pengujian selisih DSM dan DEM diuji menggunakan tinggi objek di permukaan bumi sehingga menghasilkan akurasi beda tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa akurasi DSM ALOS PRISM nadir dan back-ward masing-masing menghasilkan akurasi horizontal dan vertical adalah 6,112 dan 5,798 meter. Disisi lain akurasi beda tinggi DSM dan DEM adalah sebesar 3,946 meter. Hasil penelitian di atas tidak dapat untuk membuat peta pemodelan skala 1: 25.000 karena nilai tersebut melebihi nilai standar yang disyaratkan oleh standar BAKOSURTANAL tahun 2003 yaitu sebesar 3,125 meter. Kata kunci : Akurasi, ALOS PRISM, DEM, DSM, RBI

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.