Laporkan Masalah

Identifikasi karakteristik kluster pada sentra industri batik wijirejo dan wukirsari kabupaten Bantul

Nur Vita Yulianti,

2015 | Skripsi |

Dewasa ini pemerintah mencanangkan pendekatan kluster sebagai alternatif kebijakan dalam mengembangkan industri kecil dan menengah. Pendekatan kluster dinilai lebih efektif mengingat jumlah IKM yang sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Setiap kluster juga memiliki karakteristik tersendiri baik itu pola kluster, formasi keterkaitan, karakteristik pengusaha, maupun hubungan keruangan yang tercipta. Tujuan dari penelitian ini sendiri yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik kluster dari dua sentra industri batik yaitu pada kluster Wijirejo dan Wukirsari. Perbandingan dua kluster tersebut didasarkan atas tiga penilaian yaitu pola penyerapan tenaga kerja, kapasitas produksi, dan keterkaitan spasial. Data primer digunakan sebagai sumber data utama dan melalui wawancara mendalam sebanyak 43 pengusaha menjadi responden dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dianalisis secara deskriptif komparasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa kedua kluster yang berada dalam wilayah administrasi yang sama serta memiliki spesifikasi produk yang sejenis tetap memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari sisi produk, pola kluster, keterkaitan antar pengusaha, maupun hubungan industrial yang tercipta. Hasil dari penelitian ini ialah ditemukannya empat pola kluster pada masing-masing sentra industri yaitu pola mendominasitidak berhubungan, tidak mendominasi-berhubungan, kawasan industri terspesialisasi, dan model jaringan sosial. Kata Kunci : industri batik, industri kecil dan menengah, kluster

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.