Efisiensi saluran irigasi pada sistem irigasi Sapon kabupaten Kulonprogo
Erwin Fauzi,
2014 | Skripsi |Pada sistem irigasi, penyaluran air merupakan salah satu aspek dasar dan utama. Semakin baik saluran dalam mengalirkan air, semakin baik pula pemenuhan kebutuhan air pada daerah irigasinya. Kemampuan saluran dalam mengalirkan air irigasi ini ditampilkan dalam bentuk nilai efisiensi irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efisiensi penyaluran air pada saluran utama sistem irigasi Sapon dan menyajikannya dalam bentuk peta, mengetahui besar kehilangan air serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data pengukuran debit saluran. Pengukuran debit dilakukan dengan menggunakan currenmeter. Penghitungan debit dilakukan pada saluran utama, yaitu saluran primer dan sekunder dengan pemilihan lokasi penggal dilakukan dengan metode purposive sampling sesuai dengan kondisi saluran di lapangan. Analisis efisiensi dan kehilangan air dilakukan dengan metode inflow – outflow, dengan menghitung besarnya kehilangan air pada suatu penggal saluran. Besarnya nilai kehilangan air akan menunjukkan besarnya efisiensi penyaluran air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisensi saluran primer 1 sebesar 97,50%, saluran primer 2 sebesar 95,92%. Efisiensi untuk saluran sekunder adalah 77,99% (Kengkeng); 75,29% (Banaran); 73,78% (Pabrik); 64,06% (Ngremang); 85,13% (Pandowan); 80,63% (Wonokasih); dan 80,91% (Siberek). Faktor-faktor penyebab kehilangan air pada saluran ini adalah pengambilan ilegal, kerusakan bangunan fisik, pemanfaatan oleh masyarakat, dan akibat pengaruh kegiatan operasional. Kata kunci : Irigasi, kehilangan air, efisiensi
Kata Kunci :