Pembuatan peta taktual kawasan wisata Gembiraloka Yogyakarta
Laila Binti Muslihah,
2014 | Skripsi |Peta taktual dibutuhkan tunanetra sebagai penyedia informasi keruangan untuk menunjang kemampuan orientasi dan mobilitas. Penelitian ini dilatarbelakangi masih sedikitnya penelitian tentang peta taktual di Indonesia, sementara berdasarkan data WHO tahun 1993 – 1996, jumlah tunanetra di Indonesia terbanyak di Asia. Tujuan penelitian ini adalah (1) membuat desain simbol taktual dari Kawasan Gembira Loka, (2) menyajikan simbol dalam bentuk peta taktual. Penelitian dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif dan melalui tiga tahap, yaitu tahap pra-produksi, tahap desain, dan tahap produksi. Kegiatan tahap pra-produksi antara lain pengumpulan referensi berupa spesifikasi pemetaan taktual kota (NMCA, 1985) dan spesifikasi teknis penyusunan Atlas Taktual Nasional Indonesia (BIG, 2010); pengumpulan data melalui survei lapangan ke Kawasan Gembira Loka; pembuatan kuesioner; dan penentuan sampel responden dengan teknik purposive sampling. Referensi dan data yang terkumpul digunakan sebagai dasar pembuatan desain skala, desain simbol, desain layout, dan desain teknik produksi. Desain dituangkan dalam master map tiga dimensi, kemudian diproduksi dengan teknik thermoforming dan diujikan keterbacaannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa simbol titik lebih mudah dipahami (keterbacaan 80,00%) daripada area (keterbacaan 73,33%) dan garis (keterbacaan 70,00%), terutama ketika menggunakan variabel taktual bentuk, bukan arah. Peta Taktual Kawasan Wisata Gembira Loka mudah dipahami responden karena sebagian besar informasi disimbolkan dalam bentuk titik dengan variabel taktual bentuk. Tiga unsur utama dari peta taktual (pemilihan informasi, ukuran peta, dan tata letak peta) telah terbukti sesuai dengan kebutuhan responden. Kata kunci: kartografi taktual, desain peta, peta taktual, thermoforming.
Kata Kunci :