Evaluasi penataan dan revitalisasi permukiman kumuh diwilayah Jaya Laksana dan Prajurit Nangyu, Kelurahan 3-4 Ulu kecamatan Seberang Ulu I kota Palembang
Ika Wafiqah,
2014 | Skripsi |Kota-kota besar di Indonesia cenderung semakin sarat dengan beban permasalahan perkotaan. Kota Palembang merupakan salah satu kota besar. Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang memiliki permasalahan serupa terhadap kebutuhan permukiman. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan permukiman dan menjaga kualitas lingkungan permukiman, salah satunya adalah melakukan revitalisasi permukiman kumuh di wilayah Jaya Laksana dan Prajurit Nangyu. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kondisi fisik dan lingkungan permukiman setelah dilakukan penataan oleh pemerintah kota, dan persepsi dampak terhadap masyarakat di kedua wilayah tersebut, sehingga diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi program penataan permukiman selanjutnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur variabel-variabel kualiats permukiman yang telah ditentukan, dilengkapi dengan data sekunder dan in-depth interview. Polulasi dalam penelitian ini meliputi kepala keluarga yang berada di wilayah Jaya Laksana dan Prajurit Nangyu, yaitu sebanyak 147 kepala keluarga yang terdiri atas 69 kepala keluarga di wilayah Jaya Laksana, dan 78 kepala keluarga di wilayah Prajurit Nangyu. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan analisis tabel silang (crosstab), dan tabel distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan program revitalisasi di wilayah Jaya Laksana dan Prajurit Nangyu menimbulkan dampak berupa perubahan fisik bangunan dan lingkungan permukiman, serta secara tidak langsung mempengaruhi kondisi sosial masyarakat di kedua wilayah ini. Perubahan kondisi fisik bangunan menjadi lebih layak huni, dan adanya peningkatan kualitas prasarana dan sarana lingkungan permukiman, antara lain berupa jalan, sarana sanitasi, ruang terbuka hijau, dan beberapa fasilitas umum seperti tempat parkir. Sedangkan dari aspek sosial masyarakat, adanya rasa nyaman bagi masyarakat untuk tinggal di wilayah tersebut, ketenangan hidup masyarakat meningkat dengan adanya kepastian hukum untuk bermukim. Berdasarkan variabel-variabel penelitian yang ada, permukiman di wilayah Jaya Laksana dapat dinilai lebih layak huni jika dibandingkan dengan permukiman di wilayah Prajurit Nangyu. Hal ini dikarenakan permukiman di wilayah Jaya Laksana memiliki bobot penilaian yang lebih tinggi dalam beberapa variabel seperti bahan lantai yang berupa keramik, ketersediaan ruang terbuka hijau, ketersediaan tempat pembuangan sampah. Sedangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, mayoritas masyarakat di wilayah Jaya Laksana memiliki penghasilan antara Rp. 1.000.000,- s.d. Rp. 2.000.000,- dengan tingkat pendidikan terakhir adalah SMA. Kata Kunci: Revitalisasi, Permukiman Kumuh, Kota Palembang.
Kata Kunci :