Estimasi limpasan permukaan menggunakan metode bilangan kurva berdasarkan skenario SRES IPCC A2 dan B2 : Studi kasus disub DAS Wuryantoro, Wonogiri
Sugeng Riyadi Wijanarko,
2015 | Skripsi |ini didasari atas adanya kecenderungan perubahan iklim secara global di mana terjadi peningkatan temperatur yang disebabkan gas rumah kaca sehingga dapat memberikan dampak pada perubahan curah hujan dan limpasan permukaan. Penelitian dilakukan di Sub DAS Wuryantoro sebagai salah satu inlet Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan curah hujan dan perubahan limpasan permukaan berdasarkan skenario iklim SRES IPCC A2 dan B2. Pemodelan curah hujan berdasarkan skenario iklim SRES IPCC A2 dan B2 dilakukan menggunakan teknik Auotomated Stastistical Downscalling (ASD) dengan National Centers for Environmental Prediction (NCEP) dan General Circulation Model (GCM) HadCM3 berlaku sebagai variabel bebas dan data curah hujan pencatatan sebagai variabel bergantung dengan menggunakan metode statistik stepwise regression. Untuk menghitung limpasan permukaan maka digunakan metode bilangan kurva (SCS-CN) yang mempertimbangkan kondisi hujan, tanah, dan juga penggunaan lahan. Hasil pemodelan curah hujan memperlihatkan adanya penurunan pada periode awal pemodelan (2011-2020) terhadap periode observasi (1991-2010), lalu terjadi peningkatan pada periode tengah (2021-2030) kemudian turun di periode akhir (2031-2040). Secara umum skenario A2 bernilai lebih tinggi dibandingkan B2. Limpasan permukaan pada periode curah hujan model memperlihatkan adanya peningkatan sebesar 57,24% pada skenario A2 dan 30,34% pada skenario B2. Pola yang terbentuk antar periode memiliki kesamaan dengan pola curah hujan. Kata kunci: Skenario Iklim SRES, Automated Statistical Downscalling (ASD), General Circulation Model (GCM), Bilangan Kurva (SCS-CN)
Kata Kunci :