Laporkan Masalah

Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk estimasi erosi dan sedimentasi dengan model answers : Kasus di DAS Tinalah, Samigaluh,Kulonprogo,Daerah Istimewa Yogyakarta

Suryo Kuncoro,

2014 | Skripsi |

Erosi terjadi hampir disemua tempat belahan dunia dengan melalui media alami berupa air. Pengolahan lahan yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kaidah konservasi tanah dan air menjadi penyebab semakin besar akibat erosi yang terjadi. Pemodelan untuk estimasi erosi dan sedimentasi dalam bentuk pemetaan adalah salah satu cara untuk memprediksi erosi dan sedimentasi serta tingkat persebarannya secara spasial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji Citra Penginderaan Jauh sebagai input data parameter lahan dan mengestimasi erosi dengan menggunakan pemodelan ANSWERS, Menyajikan peta hasil pemodelan serta mengevaluasi manfaat Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis terhadap pemodelan ANSWERS. Penentuan parameter pemodelan ANSWERS untuk estimasi erosi dan sedimentasi dapat di ekstraksi dari data Penginderaan Jauh berupa data sungai, data penggunaan lahan, dan data lereng; sedangkan data sekunder dalam pemodelan berupa data tanah dan data hujan. Data-data tersebut akan digabungkan dalam data individu elemen. Hasil keluaran model yang berupa nilai erosi dan nilai sedimen akan diklasifikasi dalam 5 kelas dan disajikan dalam bentuk peta untuk mengetahui persebaran spasial erosi dan sedimentasi. Penelitian dilaksanakan di DAS Tinalah, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta untuk kejadian hujan tanggal 14 November 2013 dengan intensitas hujan 38,50 mm menunjukkan telah terjadi volume runoff sebesar 5,538 mm dan menyebabkan kehilangan tanah rata-rata yaitu sebesar 149 kg/ha, erosi maksimal sebesar 8297 kg/ha serta sedimentasi maksimal sebesar 13963 kg/ha. Kata kunci : Erosi, Sedimentasi, ANSWERS, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.