Laporkan Masalah

Studi perbandingan dua algoritma phase unwrapping (region Growing dan Minimum Cost Flow) pada teknik interferometric synthetic aperture radar (INSAR) dalam menghasilkan digital surface model (DSM)

Jupi Nurul Azkiya,

2014 | Skripsi |

Informasi permukaan bumi secara tiga dimensi dapat digunakan untuk analisis kebumian. DSM merupakan model permukaan digital yang merepresentasikan ketinggian medan permukaan bumi termasuk didalamnya kenampakan objek yang terdapat diatas permukaan seperti vegetasi dan bangunan. Metode perolehan data ketinggian untuk pembuatan model digital bumi berkembang dari pengumpulan data ketinggian langsung di lapangan hingga dengan bantuan teknologi satelit radar. Perolehan data dengan radar lebih efisien dalam hal waktu, biaya, dan sumber daya manusia, serta dapat dilakukan siang malam di segala cuaca untuk luasan area mencapai puluhan kilometer. Teknik INSAR memanfaatkan informasi beda fasa dari dua citra SAR (Synthetic Aperture Radar) yang direkam pada posisi yang berbeda. Phase unwrapping merupakan langkah paling menantang dalam teknik inSAR, proses ini mencoba menghilangkan diskontinuitas 2? pada interferogram (wrapped phase). Hasil proses ini adalah unwrapped phase yang nantinya akan dikonversi ke nilai ketinggian permukaan bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kemampuan masing – masing algoritma phase unwrapping (region growing dan minimum cost flow) dalam proses inSAR dalam menghasilkan DSM dari citra PALSAR dan (2) membandingkan hasil DSM dari dua algoritma yang berbeda (region growing dan minimum cost flow) terhadap ketinggian permukaan bumi di lapangan untuk mengetahui algoritma mana yang lebih baik dalam menghasilkan DSM. DSM yang dihasilkan dibandingkan dengan data posisi dan ketinggian yang diambil di lapangan dengan metode purposive random sampling dengan menggunakan perhitungan RMSE dan akurasinya pada tingkat kepercayaan 95%. RMSEz dari DSM RG adalah 20,497 meter, sedangkan DSM MCF 20,026 meter dengan akurasi vertikal 40,175 meter untuk DSM RG dan 39,250 meter untuk DSM MCF pada tingkat kepercayaan 95%. Kedua DSM berada dibawah nilai akurasi vertikal dari standar USGS yang diterima dari spaceborne InSAR yaitu 0,5 – 20 meter. Kualitas dan akurasi DSM dipengaruhi oleh pasangan interferometri yang digunakan (baseline temporal dan baseline spasial), pengolahan insar (koherensi rendah, phase unwrapping, dan distorsi medan), dan data lapangan (kualitas dan sebaran sampel). Kata kunci : Fasa, Phase Unwrapping, InSAR, DSM, RMSE, akurasi vertikal

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.