Laporkan Masalah

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk monitoring densifikasi bangunan didaerah perkotaan Magelang

Vembri Satya Nugraha,

2014 | Skripsi |

Penelitian ini memanfaatkan teknik interpretasi hibrida untuk mengkaji fenomena densifikasi bangunan di daerah perkotaan Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) pemetaan kepadatan bangunan daerah perkotaan Magelang menggunakan teknik interpretasi hibrida dari citra Landsat multitemporal; (2) Menganalisis pertumbuhan densifikasi bangunan di daerah perkotaan Magelang. Pemetaan kepadatan bangunan pada penelitian ini menggunakan data utama berupa citra penginderaan jauh multitemporal (tahun 1995, 1999, 2003, 2009, 2013). Metode dalam proses penyadapan informasi kepadatan bangunan menggunakan teknik interpretasi hibrida, yaitu penggabungan interpretasi visual untuk delinasi satuan lahan terbangun, dan analisis digital untuk identifikasi tingkat kepadatan bangunan. Analisis pertumbuhan densifikasi bangunan dilakukan dengan mengkaji secara spasial pola densifikasi bangunan, kecepatan densifikasi bangunan dan arah densifikasi bangunan pada peta densifikasi bangunan multitemporal. Uji akurasi peta kepadatan bangunan hasil interpretasi hibrida dilakukan dengan membandingakan secara spasial dengan peta kepadatan rujukan. Peta kepadatan bangunan hasil interpretasi hibrida memiliki tingkat akurasi keseluruhan sebesar 84,86 %, sehingga masih memiliki tingkat validitas yang dapat diterima. Densifikasi bangunan di daerah perkotaan Magelang memiliki kecepatan sebesar 95 hektar per tahun dan cenderung terjadi pada daerah dengan tingkat aksesibilitas baik. Pada umumnya densifikasi bangunan terjadi pada kelas kepadatan rendah menjadi kepadatan tinggi, dengan arah densifikasi cenderung ke arah utara dan kea rah selatan. Kata Kunci : Interpretasi Hibrida, Citra Landsat, Kepadatan Bangunan, Densifikasi Bangunan

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.