Kajian hujan-aliran menggunakan model HEC-HMS disub daerah aliran sungai Wuryantoro Wonogiri Jawa Tengah
Rifai Munajad,
2015 | Skripsi |Model HEC-HMS dapat digunakan untuk analisis hidrograf banjir dalam sistem DAS, terutama untuk perhitungan hujan-aliran DAS yang tidak terukur. HEC-HMS terdiri atas masukan berupa hujan dan karakteristik DAS serta aliran sebagai keluaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui karakteristik fisik DAS berupa nilai curve number (CN) sebagai pengaruh dari penggunaan lahan, kondisi hidrologi dan kelengasan tanah, 2) mengetahui karakteristik aliran (debit puncak, volume outflow dan waktu puncak) antara hasil hidrograf banjir model HEC-HMS dengan hidrograf banjir terukur. Penentuan CN komposit DAS menggunakan pendekatan karakteristik penggunaan lahan, kelompok hidrologi tanah dan kelengasan tanah berdasarkan metode SCS. Proses penentuan parameter awal model dengan HEC-GeoHMS menghasilkan alur elemen model hujan-aliran dan nilai parameter awal (CN komposit, persentase impervious area dan time lag) pada setiap subDAS. Analisis hidrograf banjir dengan model HEC-HMS meliputi perhitungan runoff dengan model SCS-CN, direct runoff menggunakan SCS UH dan baseflow menggunakan resesi eksponensial. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik fisik Sub DAS Wuryantoro berdasarkan nilai CN komposit pada tahun 2010 sebesar 69,53 yang dipengaruhi oleh karakteristik penggunaan lahan, kondisi hidrologi pada kondisi AMC II. Hasil hidrograf banjir model HEC-HMS pada tanggal 08-09 Januari 2010 memberikan hasil debit puncak model sebesar 14,44 m3/det, volume outflow sebesar 10,19 mm dan waktu puncak terjadi pada 08 Januari 2010, 18:00. Hasil ini memberikan nilai sangat baik dengan objective function sebesar 0,24% untuk selisih debit puncak, 1,85% untuk selisih volume outflow dan waktu puncak sama. Kata kunci: model hujan-aliran, hidrograf banjir, curve number, HEC-HMS
Kata Kunci :