Sebaran dan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jembatan penyebrangan mall SKA dan jembatan kantor DPRD propinsi Riau
Indra Juni Yanto,
2014 | Skripsi |Peningkatan pergerakan manusia merupakan suatu dampak pengaruh dari peningkatan perkembangan Kota. Pejalan kaki yang merupakan bagian dari fenomena pergerakan manusia memiliki peran dalam menjalankan fungsi kawasan strategis dalam suatu perkembangan kota. Kebutuhan fasilitas pejalan kaki sebagai penunjang pergerakan pejalan kaki tentunya tidak selalu berjalan beriringan dengan perkembangan kota. Salah satunya penyediaan fasilitas jembatan penyeberangan pejalan kaki yang berada di Kota Pekanbaru yang memiliki pemanfaatan belum optimal dan terkesan bergeser dari fungsi utamanya sebagai fasilitas penyeberangan untuk pejalan kaki menyebabkan fasilitas yang tesedia memiliki tingkat pemanfaatan yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi sebaran dan karakteristik jembatan penyeberangan pejalan kaki, 2) Mengidentifikasi kesesuaian lokasi jembatan penyeberangan pejalan kaki, 3) Mengidentifikasi karakter penyeberang jembatan penyeberangan pejalan kaki 4) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jembatan penyeberangan pejalan kaki. Metode teknik analisis yang digunakan penelitian ini bersifat deduktif kualitatif. Tahapan yang dilakukan untuk pengumpulan data dilakukan melalui wawancara “terstruktur” terhadap responden dengan menggunakan instrumen peneltian berupa kuesioner. Analisis data secara keseluruhan dilakukan melalui analisis dekriptif dan analisis komparatif kausal untuk mendeskripsikan informasi secara spesifik terhadap data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Pekanbaru Tahun 2014 memiliki sebaran jembatan penyeberangan pejalan kaki yang berjumlah 11 (sebelas) unit dengan 1 (satu) unit jembatan belum berfungsi. Umumnya lokasi jembatan berasosiasi dengan kawasan RTH (ruang terbuka hijau) dan kawasan perdagangan dan jasa. Kesesuaian fasilitas penyeberangan di 2 (dua) lokasi pengamatan sesuai rekomendasi menurut P.V2 adalah jenis fasilitas pelikan dengan lapak tunggu dan bukan jembatan penyeberangan pejalan kaki. Dilihat segi pemanfaatan terdapat pemanfatan yang berbeda bahwa di jembatan Mall SKA tergolong rendah dan jembatan Kantor DPRD Riau tergolong tinggi. Karakter pejalan kaki pengguna dan bukan pengguna jembatan penyeberangan Mall SKA dan DPRD Riau menunjukkan karakter pejalan kaki yang cenderung beragam. Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jembatan penyeberangan pejalan kaki di Jembatan DPRD Riau oleh pejalan kaki pengguna dan bukan pengguna dipengaruhi 5 (lima) faktor meliputi keselamatan, keamanan, kenyamanan, kemudahan, dan keterpaduan sistem. Hal ini berbanding berbeda dengan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan di jembatan Mall SKA oleh pejalan kaki pengguna cenderung dipengaruhi 3 (tiga) faktor meliputi kenyamanan, kemudahan dan keterpaduan sistem. Akan tetapi pada pejalan kaki bukan pengguna cenderung dipengaruhi oleh 7 (tujuh) faktor pengaruh meliputi keselamatan, keamanan, kenyamanan, kemudahan, desain, hambatan, dan keterpaduan sistem. Kata kunci: Pejalan Kaki “Pengguna” dan “Bukan Pengguna”, Faktor Pemanfaatan.
Kata Kunci :