Laporkan Masalah

Pemetaan tingkat bahaya erosi menggunakan model revised universal soil loss (RUSLE) di daerah aliran sungai Petir Daerah Istimewa Yogyakarta

Cahyo Nur Rahmat Nugroho,

2014 | Skripsi |

Daerah Aliran Sungai (DAS) Petir mencakup sebagian wilayah Kabupaten Gunungkidul, Sleman dan Bantul. Geologi DAS petir tersusun atas 3 formasi batuan yaitu endapan gunungapi merapi muda, formasi semilir dan formasi nglanggran. DAS Petir mempunyai lereng datar hingga sangat curam. Lahan dengan lereng sangat curam banyak digunakan oleh masyarakat untuk pertanian lahan kering berupa tegalan, sehingga potensi untuk terjadi erosi sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengestimasi besar tanah yang hilang akibat erosi di DAS Petir menggunakan model RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation), dan (2) menentukan tingkat bahaya erosi dan mempelajari distribusi besar tanah yang hilang dan tingkat bahaya erosi di DAS Petir. Metode prediksi laju erosi dilakukan dengan model empiris menggunakan persamaan RUSLE. Laju kehilangan tanah dirumuskan A=R.K.LS.C.P, dengan A sebagai besar laju erosi, R adalah erosivitas hujan, K adalah erosibilitas tanah, LS adalah faktor kelerengan, C adalah faktor pengelolaan tanaman dan P adalah faktor tindakan konservasi. Pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan menggunakan metode stratified random sampling dengan satuan lahan sebagai unit analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil perhitungan prediksi laju erosi dengan metode RUSLE menunjukkan laju erosi yang paling rendah terjadi pada satuan lahan D2-I-ST yaitu sebesar 4,51 ton/ha/tahun sedangkan satuan lahan yang memiliki laju erosi paling tinggi adalah satuan lahan S3-V-Tg yaitu mencapai 952,36 ton/ha/tahun atau sebesar 7,27 cm setiap tahunnya, (2) sebagian besar kondisi lingkungan fisik DAS Petir tergolong rawan terhadap bahaya erosi. Dari hasil penelitian tingkat erosi sangat berat menempati area paling luas yaitu sebesar 1380,22 Ha atau 76,61 % dari luas total DAS Petir. Kata kunci : erosi, RUSLE, satuan lahan, DAS Petir

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.