Kualitas lingkungan permukiman rumah susun sederhana sewa dan permukiman rumah bukan susun : Kasus dirusunawa Marunda dan permukiman rumah kelurahan Marunda Jakarta Utara
Aji Mitrabuana,
2014 | Skripsi |Rumah susun saat ini belum menjadi alternatif tempat tinggal, dikarenakan banyak kondisi lingkungan rumah susun yang memprihatinkan, meskipun terbentuknya kondisi lingkungan permukiman yang layak tergantung manusia sebagai subjeknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui perbedaan kualitas lingkungan permukiman antara permukiman rumah susun dengan permukiman bukan rumah susun; (2) Mengetahui hubungan antara tingkat pendapatan kepala keluarga dengan lingkungan permukiman, dan; (3) Mengetahui perbedaan kondisi sosial ekonomi penghuni rusunawa dan non-rusun Metode penelitian menggunakan metode survei dengan kuisioner. Penentuan sampel populasi menggunakan non-probability sampling dengan metode quota sampling sebanyak 80 sampel terbagi dua tempat yaitu permukiman rusun dan permukiman non-rusun. Analisis menggunakan analisis komparasi dan korelasi non-parametrik dan analisis skoring untuk menentukan perbedaan dan kualitas lingkungan permukiman antara rumah susun dan rumah non-susun di Kelurahan Marunda. Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut: (1) Kualitas lingkungan permukiman rumah susun sederhana sewa lebih rendah dibandingkan permukiman rumah non-susun secara skoring dan analisis rerata dan standar deviasi dengan margin skoring sebesar 63; (2) hasil uji analisis Spearman Rank Correlation antara Pendapatan Kepala Keluarga dan Kualitas Lingkungan Permukiman didapatkan hubungan positif lemah dengan nilai 0.289; (3) Perbedaan mencolok kondisi sosial dan ekonomi antara masyarakat penghuni Rusunawa Marunda dan masyarakat penghuni permukiman nonrusun di Kelurahan Marunda terletak pada jenis pekerjaan, komposisi umur, rerata jumlah pendapatan dan pengeluaran. Kata Kunci: Kualitas Lingkungan, Permukiman, Rumah Susun, Permukiman non-rusun.
Kata Kunci :