Arus migrasi dan remitan Indonesia dalam konteks negara-negara Asia Tenggara tahun 2010
Lucky Anggi Kurniawati,
2014 | Skripsi |Migrasi internasional awalnya hanya dipandang sebagai salah satu macam mobilitas penduduk dalam memenuhi tantangan hidup serta merupakan hal yang berkaitan dengan pribadi masing-masing. Migrasi internasional oleh negara berkembang kemudian dipandang sebagai suatu strategi kebijakan yang ditempuh untuk mengurangi masalah perekonomian negara. Negara pengirim migran seperti Indonesia, menjadikan migrasi internasional sebagai upaya untuk mengurangi masalah pengangguran, meningkatkan devisa negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi baik dalam skala individu maupun negara. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukenali pola arus migrasi dan remitan negara-negara di Asia Tenggara tahun 2010, menemukenali faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan negara tujuan migrasi negara-negara di Asia Tenggara tahun 2010, serta mengkaji posisi Indonesia dalam migrasi internasional Intra Asia Tenggara dan Inter Asia Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah data estimasi migrasi bilateral negara-negara dunia dan estimasi remitan negara-negara dunia tahun 2010. Analisis yang digunakan adalah analisis tabel frekuensi dan analisis keruangan melalui peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe migrasi keluar negara-negara Asia Tenggara adalah migrasi South – North (negara berkembang menuju negara maju) dan migrasi South – South (negara berkembang menuju negara berkembang) untuk migrasi masuk Asia Tenggara. Tingginya pendapatan per kapita yang dimiliki oleh negara tujuan menjadi faktor utama terjadinya migrasi di Asia Tenggara beserta pemilihan negara tujuan. Pertimbangan terkait dengan jarak, jaringan yang sudah ada di antara dua negara, dan kondisi pasar kerja kedua negara juga turut menjadi faktor terjadinya migrasi beserta pemilihan negara tujuan. Migran asal Indonesia cenderung terserap di pekerjaan kasar (blue collar workers), pekerjaan informal serta pekerjaan domestik atau pekerjaan 3D (Dirty, Dangerous, Difficult) dikarenakan kondisi keahlian dan latar belakang pendidikan yang mayoritas pada jenjang SMP (39,84%). Kata Kunci : Migrasi, Remitan, Asia Tenggara, Indonesia
Kata Kunci :