Dinamika spasial proses urbanisasi perkotaan Yogyakarta tahun 2000-2010
Achilleus Lintang Lazuardi,
2014 | Skripsi |Perkembangan perkotaan Yogyakarta selalu diiringi dengan dinamika perubahan penggunaan lahan di periurban yang menyebabkan berkurangnya keberlanjutan lingkungan pertanian dan dinilai sebagai proses yang kontra produktif. Di sisi lain, ada kebutuhan untuk selalu memenuhi kriteria-kriteria pembentuk berbagai predikat yang telah dimiliki Kota Yogyakarta agar perkembangannya tetap bernuansa jiwa sejarah budaya warisan. Fenomena ini menjadi menarik untuk dikaji lebih mendalam tentang dinamika proses urbanisasi yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor penentu tingkat urbanisasi; mengidentifikasi tingkat, perkembangan dan dinamika spasial urbanisasi; dan merumuskan suatu usulan strategi bagi pengelolaan urbanisasi di Perkotaan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder, terutama data tabel yang berasal dari data PODES dan data spasial. Data dianalisis secara kuantitatif. Analisis faktor digunakan untuk menganalis faktor-faktor penentu tingkat urbanisasi. Statistik deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi tingkat dan perkembangan urbanisasi desa-desa sedangkan analisis spasial digunakan untuk melihat persebarannya. Tabulasi silang mengenai karakteristik urbanisasi digunakan untuk merumuskan usulan strategi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat urbanisasi desa-desa Perkotaan Yogyakarta tahun 2000 ditentukan oleh faktor faktor kepadatan penduduk dan struktur sosial ekonomi dan faktor pertumbuhan penduduk. Di tahun 2010, tingkat urbanisasi ditentukan oleh faktor-faktor demografi dan struktur sosial ekonomi dan faktor ketersediaan fasilitas sosial ekonomi. Di tahun 2000, terdapat perbedaan tingkat urbanisasi yang jelas antara desa-desa kota dan desa-desa pinggiran. Di tahun 2010, tingkat urbanisasi sebagian desa-desa pinggiran telah menyamai desa-desa kota sebagai fenomena suburbanisasi. Perkembangan urbanisasi meningkat umumnya terjadi pada desa-desa pinggiran sedangkan pada desa-desa kota perkembangannya stagnan. Dinamika spasial urbanisasi Perkotaan Yogyakarta antara tahun 2000-2010 terjadi bergeser dari timur ke barat pada desa-desa kota dan dari utara ke selatan pada desa-desa pinggiran. Strtegi kebijakan pengendalian ruang, pengembangan perumahan secara terpadu, kependudukan, penyediaan sarana dan prasarana sosial ekonomi dan pengembangan sistem transportasi diusulkan berdasarkan tipologi urbanisasi. Kata kunci: Yogyakarta, perkembangan perkotaan, dinamika urbanisasi, suburbanisasi, analisis faktor
Kata Kunci :