Persepsi penghuni terhadap sistem pengelolaan rusunawa Mukakuning di kota Batam
Rio Pernando Lumbantoruan,
2014 | Skripsi |Kebutuhan rumah di Kota Batam sangat tinggi hal ini sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk yang tinggi. Disisi lain lahan yang ada sudah sangat terbatas jumlahnya. Salah satu alternatif untuk memecahkan kebutuhan rumah di perkotaan adalah dengan mengembangkan model hunian secara vertikal berupa bangunan rumah susun. Pemerintah kota Batam berencana membangun 756 unit Twinblock rumah susun sewa yang tersebar diseluruh kawasan industri kota batam guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah. Melihat mega proyek ini maka perlu dilakukan kajian mengenai pengelolaan rusunawa yang optimal, agar pengelolaan yang dilakukan merupakan suatu pengelolaan yang memang sangat dibutuhkan oleh penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan Rusunawa Mukakuning; mengidentifikasi persepsi penghuni Rusunawa terhadap sistem pengelolaan Rusunawa Mukakuning dan merumuskan strategi pengelolaan Rusunawa yang sesuai dengan kemampuan pengelola dan keinginan penghuni Rusunawa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Unit analisis pada penelitian ini ada 2 jenis yaitu unit analisis rumah tangga untuk penyebaran kuesioner dan unit analisis individu untuk wawancara terhadap pengelola. Jumlah sampel pada penelitian ini ada 70 sampel kemudian dibagi rata dalam 7 unit twinblock rusunawa sehingga setiap unit twinblock mendapat 10 Kuesioner. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder yang bersumber dari hasil observasi lapangan; wawancara dan penyebaran kuesioner serta dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini mengunakan analisis data Model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pengelola telah melakukan tugasnya dengan cukup baik. 16 dari 21 tugas pengelola terlaksana dengan baik. Sementara itu dari persepsi penghuni diketahui bahwa penghuni masih belum puas dengan kinerja pengelola hal ini dapat diketahui karena dari 21 kriteria pengelolaan, terdapat 6 kriteria yang menurut penghuni masih kurang memuaskan, 6 kriteria yang menurut penghuni kinerja pengelola masih tidak memuaskan dan 9 kriteria yang menurut penghuni mereka sudah puas dengan kinerja pengelola. Sinkronisasi antara kemampuan pegelola dengan keinginan penghuni manghasilkan 9 strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja pengelola. Kata Kunci : Pengelolaan, Persepsi, Rusunawa, Batam
Kata Kunci :