Dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi petani perkotaan kecamatan Depok kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Luki Aprilia,
2014 | Skripsi |Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan dampak terhadap kebutuhan lahan, seperti permukiman, industri, dan jasa, sehingga terjadi alih fungsi lahan pertanian karena lahan terbatas. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perubahan penggunaan lahan (2) faktor-faktor yang menjadi penyebab alih fungsi lahan (3) pengaruh alih fungsi lahan pertanian terhadap pendapatan petani dan kondisi sosial ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei, penentuan lokasi secara purposive. Responden yang diambil adalah kepala keluarga yang melakukan alih fungsi lahan dari pertanian menjadi non pertanian pada tahun 2002-2011. Jumlah responden 50 kepala keluarga dari 250 kepala keluarga, sample dipilih secara simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dari tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan terjadi pada lahan sawah menjadi lahan permukiman/kos-kosan, dan tempat usaha. Faktor yang menyebabkan alih fungsi lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang sangat meningkat terjadi pada tahun 2002. Adanya alih fungsi lahan menyebabkan mata pencaharian penduduk berubah yang semula bergerak pada sektor pertanian beralih ke sektor non pertanian menjadi usaha tempat makan, laundry, warnet, rental mobil/sepedamotor. Pendapatan yang dihasilkan semakin meningkat setelah melakukan alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan berpengaruh pada ekonomi dan perilaku sosial masyarakat yaitu menjadi baik, hal ini ditandai adanya ronda malam, dan kerja bakti secara gotong royong. Kata kunci: Alih fungsi lahan, kondisi sosial ekonomi.
Kata Kunci :