Pengaruh perubahan kebijakan pelayanan kereta api ekonomi terhadap persepsi pengguna jasa kereta api Rangkas Jaya di Rangkasbitung
Devki Firmansyah,
2014 | Skripsi |Sesuai dengan Undang – undang RI No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, transportasi mempunyai peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan wawasan nusantara, serta memperkukuh ketahanan nasional dalam usaha mencapai tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan kebijakan pelayanan kereta api terhadap persepsi pengguna jasa kereta api Rangkas Jaya rute Rangkasbitung-Tanahabang. Penelitian ini dilakukan di Rangkasbitung yang merupakan stasiun tersibuk di provinsi Banten yang notabene masih tergolong ke dalam kategori daerah tertinggal. Peneliti memfokuskan penelitian pada kereta api Rangkas Jaya yang menjadi andalan masyarakat Rangkasbitung. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan persepsi pengguna jasa pada masing-masing variabel sebelum dan sesudah diterapkannya kebijakan baru terkait pelayanan pada kereta api Rangkas Jaya. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa diantara lima variabel kebijakan terdapat satu variabel yang tidak berpengaruh signifikan yaitu mengenai pengurangan jumlah stasiun pemberhentian. Pengguna jasa tidak memperdulikan berapa banyak jumlah stasiun pemberhentian, yang terpenting adalah tepat waktu. Perubahan harga tiket dan perubahan jadwal menjadi variabel yang berpengaruh negatif terhadap persepsi pengguna jasa karena harga tiket dianggap terlalu mahal dan jadwal sekarang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa. Sedangkan kebijakan penambahan AC dan pembatasan penumpang pada kereta ditanggapi positif oleh sebagian besar pengguna jasa karena dapat menjadikan suasana lebih nyaman di dalam kereta. Tingkat kepuasan pelayanan kereta api Rangkas Jaya termasuk kategori rendah pada indikator harga tiket, ketepatan waktu, dan harga makanan pada. Kaitan antara kualitas pelayanan dan jaringan transportasi kereta api dengan pembangunan wilayah adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan fisik kota dalam hal ini mempengaruhi struktur ruang suatu wilayah. Kota Rangkasbitung sebagai wilayah pinggiran dari kota inti yaitu Jakarta sehingga mempunyai keterkaitan atau konektivitas antara kedua wilayah tersebut. Perusahaan dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan perlu memperhatikan faktor konektivitas tersebut serta karakter pengguna jasa yang berbeda. Hal ini agar setiap kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan pasar, bukan hanya keputusan sepihak dari pembuat kebijakan. Kata Kunci: transportasi, kebijakan, pelayanan, persepsi.
Kata Kunci :