Laporkan Masalah

Zonasi kerentanan airtanah karst dengan metode epik disub sistem hidrogeologi Wonosari Baron

Wahyu Hidayat Pratama,

2014 | Skripsi |

INTISARI Karst merupakan bentuklahan yang dibentuk oleh proses pelarutan. Karst memiliki kondisi hidrologi dibawah permukaan yang unik karena memiliki banyak lubang dan retakan. Kondisi tersebut menyebabkan banyak ditemukannya aliran dibawah permukaan pada daerah karst. Aliran dibawah permukaan tersebut muncul karena adanya aliran permukaan yang masuk secara langsung melalui lubang dan retakan yang ada pada batuan. Masuknya aliran permukaan tersebut menyebabkan daerah karst memiliki potensi kerentanan airtanah yang tinggi terhadap pencemaran yang dipengaruhi oleh kondisi fisik lahannya. Sub Sistem Hidrogeologi Wonosari-Baron merupakan daerah yang memiliki aliran bawah permukaan yang berkembang baik. Kondisi tersebut yang menyebabkan peneliti tertarik mengkaji tingkat kerentanan yang ada di SSH Wonosari-Baron. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui distribusi setiap parameter EPIK di SSH Wonosari-Baron, dan (2) menjelaskan sebaran tingkat kerentanan airtanah di SSH Wonosari-Baron Penentuan tingkat kerentanan airtanah di SSH Wonosari-Baron dilakukan pada setiap cekungan tertutup yang ada. Dalam penelitian ini, zonasi kerentanan intinsik airtanah karst di Sub-Sistem Hidrogeologi Wonosari-Baron pada penelitian ini menggunakan metode EPIK. Empat paramater yang digunakan dalam metode EPIK adalah parameter perkembangan epikarst (E), efektifitas protektif penutup lahan karst (P), kondisi infiltrasi (I) dan perkembangan jaringan karst (K). Penentuan indeks faktor kerentanan (F) diperoleh dengan cara metode weight and score dari keempat parameter EPIK. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta distribusi setiap parameter EPIK dan peta tingkat kerentanan di SSH Wonosari-Baron. Penentuan hasil dengan metode weight and score dari keempat parameter EPIK menunjukkan bahwa 74 % (30750,3 Ha) dari keseluruhan daerah penelitian memiliki kerentanan yang sangat tinggi, 9%(3719,82 Ha) merupakan kelas kerentanan tinggi dan masingmasing berada di daerah perbukitan karst. Sisanya sebesar 5%(2145,12 Ha) masuk ke kelas sedang dan 12% (5026,09 Ha) masuk ke kelas rendah yang terdapat pada bagian Basin Wonosari dan zona peralihan Basin Wonosari dan perbukitan karst. Kata kunci : Karst, Kerentanan Intrinsik, Metode EPIK, Sub Sistem Hidrogeologi Wonosari-Baron

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.