Laporkan Masalah

Pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap suhu permukaan disebagian Kalimantan Timur menggunakan penginderaan jauh

Nurul Ihsan Fawzi,

2014 | Skripsi |

INTISARI Perubahan tutupan lahan merupakan salah satu faktor yang diketahui sebagai agen perubahan ekologi dan faktor penting antara aktivitas manusia dan perubahan lingkungan global. Perubahan tutupan lahan yang terjadi akan memberikan variasi terhadap suhu permukaan. Variasi suhu permukaan dapat dideteksi dengan sensor inframerah termal pada satelit Landsat ETM+. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini untuk mengetahui distribusi tutupan lahan dan distribusi suhu permukaan melalui citra penginderaan jauh, serta mengetahui hubungan antara perubahan tutupan lahan dengan perubahan suhu permukaan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan citra Landsat ETM+ perekaman tanggal 13 Januari 2002 dan 22 April 2012. Klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma maximum likelihood dan ekstraksi suhu permukaan diturunkan dari persamaan Planck dengan koreksi atmosfer dan emisivitas. Pendekatan analisis menggunakan metode image differencing yang kemudian hubungan antara perubahan tersebut dianalisis statistik menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi penginderaan jauh memberikan hasil estimasi mendekati kondisi nyata di permukaan bumi. Pada ekstraksi tutupan lahan, akurasi yang dimiliki sebesar 79,06%. Sedangkan untuk suhu permukaan, validasi suhu permukaan untuk tahun 2002 memiliki akurasi sebesar 84,58% (? = ±5,54oC) dan untuk tahun 2012 memiliki akurasi sebesar 91,61% (? = ±1,85oC). Analisis distribusi spasial menujukkan bahwa suhu permukaan terdistribusi mengikuti kelas tutupan lahan sebagai konsekuensi dari perbedaan kapasitas dan konduktivitas termal objek. Suhu permukaan meningkat terutama pada kawasan perkotaan dan pada wilayah dengan aktivitas pembangunan yang intensif, seperti pembukaan kawasan hutan untuk permukiman ataupun konsesi lahan pertambangan batu bara. Hubungan perubahan yang terjadi pada rentang tahun 2002 ? 2012 menggunakan analisis korelasi Pearson menghasilkan koefisien determinasi R2= 0,473, yang berarti perubahan suhu permukaan dipengaruhi oleh perubahan tutupan lahan yang terjadi pada rentang tahun 2002-2012 sebesar 47,3%. Analisis pengaruhnya terhadap area terdampak menggunakan pendekatan kejadian heat island. Terjadi peningkatan area terdampak heat island pada rentang tahun 2002 ? 2002, dengan intensitas maksimal sebesar 9,21oC dan 8,33oC untuk tahun 2002 dan 2012. Kata Kunci: tutupan lahan, suhu permukaan, citra Landsat, penginderaan jauh

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.