Pemodelan banjir bandang akibat kerusakan embung Tambakboyo dikabupaten Sleman dan evaluasi terhadap elemen terdampak
Pramastri Gatra Basuki,
2014 | Skripsi |INTISARI Penelitian ini memiliki 3 tujuan. Tujuan yang pertama adalah pembuatan model banjir bandang. Tujuan kedua untuk mengetahui wilayah yang berpotensi terdampak banjir bandang akibat kerusakan Embung Tambakboyo dan memprediksi luasan penggunaan lahan yang terkena dampak dari banjir bandang di wilayah Kecamatan Depok, Yogyakarta. Tujuan yang terakhir adalah mengidentifikasi elemen terdampak banjir bandang. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan teknik iterasi yang terdapat dalam perangkat lunak ILWIS sebagai analisis secara spasial. Metode lain yang digunakan adalah interpretasi dengan menggunakan beberapa kunci interpretasi untuk mengidentifikasi penggunaan lahan. Metode yang terakhir adalah overlay. Metode overlay digunakan untuk mengidentifikasi elemen terdampak. Sumber data yang digunakan antara lain data Lidar dan citra satelit quickbird.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak dari banjir bandang di Kabupaten Sleman terbagi menjadi 3 zona. Pembagian zona dilakukan dengan dasar waktu tempuh banjir banding dalam 5, 10 dan 15 menit. Wilayah terdampak adalah Desa Condong Catur, Catur Tunggal dan Maguwoharjo. Desa Condong Catur merupakan desa yang terdampak paling Luas dengan 577.395 m2 wilayah terdampak. Desa Maguwoharjo merupakan yang terdampak paling ringan yaitu 97.276 m2. Elemen terdampak yang timbul akibat banjir bandang adalah permukiman, infrastruktur kota, penduduk, sawah irigasi, kebun, dan tegalan. Permukiman, infrastruktur kota dan penduduk merupakan yang terdampak paling parah karena berada banjir bandang terjadi di permukiman padat penduduk. Kata Kunci : Banjir Bandang, DEM, Iterasi, Kecamatan Depok, kerusakan Tanggul.
Kata Kunci :