Kajian kualitas limbah cair industri pupuk PT. Pupuk Kalimantan Timur
Tatiek Purbawati,
2014 | Skripsi |PT. Pupuk Kalimantan Timur terletak di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini PT. Pupuk Kaltim memiliki 5 unit produksi yakni unit produksi pabrik K1, K2, K3, K4, dan POPKA. Kegiatan produksi dalam skala besar akan menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang besar pula dan limbah cair tersebut berpotensi untuk mempengaruhi kualitas lingkungan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui karakteristik kualitas limbah cair pada pabrik K1, K2, K3, K4, POPKA dan membandingkannya dengan Baku Mutu Limbah Cair kegiatan industri pupuk yang ditetapkan, 2) mengkaji kualitas air laut di sekitar outlet buangan limbah cair dengan mengacu pada Baku Mutu Air Laut yang ditetapkan, 3) mengetahui sebaran kualitas air perairan laut di sekitar outlet buangan PT. Pupuk Kalimantan Timur. Metode yang digunakan untuk penentuan jumlah dan lokasi pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode Purposive Sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 5 sampel limbah cair dan 27 sampel air laut. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil kualitas limbah cair dan kualitas air laut yang didapat kemudian dibandingkan dengan baku mutu limbah cair dan baku mutu air laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kualitas limbah cair berdasarkan parameter NH3-N, COD, TKN, Minyak dan Lemak, TSS dan pH secara keseluruhan telah memenuhi Baku Mutu Limbah Cair. Hasil penelitian berikutnya menunjukan bahwa kualitas air laut berdasarkan parameter amonia secara keseluruhan nilainya belum memenuhi Baku Mutu Air Laut, sedangkan untuk parameter pH seluruhnya telah memenuhi Baku Mutu Air Laut dan untuk parameter suhu perairan laut di sekitar outfall nilainya belum memenuhi Baku Mutu Air Laut. Karakteristik nilai kualitas air laut yang ditunjukan pada hasil interpolasi adalah memiliki karakteristik terdispersi ke arah selatan perairan mengikuti pola arus permukaannya hingga nilainya mengalami penurunan pada lokasi pemantauan yang menjauhi outfall. Kata kunci : Industri pupuk, kualitas limbah cair, kualitas air laut
Kata Kunci :