Laporkan Masalah

Optimalisasi pemanfaatan lahan permukiman melalui pemodelan konsolidasi lahan menggunakan citra quickbird : Studi di desa Catur Tunggal Kecamatan Depok Daerah Istimewa Yogyakarta

Ade Ayu Widyaningrum,

2014 | Skripsi |

Intisari Penelitian ini dilakukan di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Pemodelan konsolidasi lahan dalam penelitian ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi. Tujuan penelitian ini adalah pemodelan konsolidasi lahan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan mengkaji ketelitian citra Quickbird dalam menyediakan data spasial tentang perkotaan yang digunakan dalam pemodelan konsolidasi lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gabungan antara interpretasi visual citra, pengolahan data menggunakan SIG, dan survei lapangan. Penentuan lokasi prioritas konsolidasi lahan dilakukan berdasarkan tiga variabel yaitu kualitas lingkungan permukiman, potensi lahan belum terbangun, dan kesesuaian pemanfaatan ruang wilayah. Kualitas lingkungan permukiman ditentukan oleh parameter tata letak, kepadatan, ukuran, jenis bangunan, ketersediaan jalan yang diperoleh dari interpretasi citra dan kondisi sanitasi diperoleh dari kerja lapangan. Pemodelan konsolidasi lahan dilakukan dengan metode pendekatan luas lahan. Pemodelan konsolidasi lahan dilakukan dengan penataan persil lahan. Penataan ulang berdasarkan prinsip kedekatan dengan lokasi sebelumnya dan semuanya diusahakan mempunyai akses langsung ke jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Quickbird dapat digunakan untuk sumber data parameter dalam penentuan lokasi prioritas konsolidasi lahan, sedangkan untuk pemetaan yang lebih detil yaitu pemetaan persil lahan perlu pemrosesan atau penelitian lebih lanjut. Pada uji ketelitian hasil interpretasi diperoleh ketelitian pada interpretasi penggunaan lahan sebesar 86,36%, tata letak sebesar 83,33%, kepadatan bangunan sebesar 88,89%, ukuran bangunan sebesar 88,89%, dan jenis bangunan sebesar 83,33%. Pemetaan lokasi prioritas konsolidasi lahan dibagi ke dalam lima kelas prioritas. Pada kelas prioritas pertama atau yang paling diprioritaskan untuk dilakukan konsolidasi lahan memiliki luas sebesar 87,97 Ha atau 8,83% dari luas Desa Caturtunggal. Prioritas kedua seluas 183,07 Ha (18,38%), prioritas ketiga seluas 39,73 Ha (3,98%), prioritas keempat seluas 306,44 Ha (30,76%), dan prioritas kelima seluas 379,05 Ha (38,05%). Pada lokasi terpilih sebagai contoh desain konsolidasi lahan terdiri dari 19 blok dan 122 persil bangunan. Kata kunci: Citra Quickbird, Sistem Informasi Geografi, Konsolidasi lahan

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.