Sistem informasi geografis untuk pengkajian efektivitas halte transJakarta koridor 10 rute Tanjung Priok - Cililitan PGC, Jakarta
Barid Nibras Widyaningtyas,
2014 | Skripsi |INTISARI DKI Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia memiliki pergerakan transportasi sangat tinggi dan memunculkan berbagai masalah, salah satunya adalah kemacetan lalu-lintas. Pada tahun 2004 pemerintah propinsi DKI Jakarta membuat transportasi publik jalan raya bernama TransJakarta, hingga tahun 2014 TransJakarta telah memiliki 12 koridor. Diantara keduabelas koridor tersebut, terdapat satu koridor yang memiliki jumlah penumpang terendah yaitu koridor 10 yang terdiri dari 22 halte yang membentang dari Tanjung Priok hingga Cililitan. Penelitian ini bertujuan (a) memetakan lokasi sebaran halte, (b) mengkaji tingkat efektivitas lokasi halte berdasarkan kawasan bangkitan dan tarikan penumpang dengan kajian SIG, (c) mengetahui penggunaan lahan kawasan tarikan pada halte yang memiliki tingkat efektivitas sangat tinggi melalui asumsi SIG , guna saran peletakan lokasi halte baru. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah dengan analisis deskriptif dan survey, dengan pemilihan sampel survey secara incidental sampling. Pengolahan data dilakukan dengan metode pengharkatan atau scoring, dimana tiap variabel pendukung diberi nilai sesuai kapasitasnya lalu dilakukan perhitungan dan klasifikasi berdasarkan tingkat bangkitan dan tingkat tarikan penumpang. Hasil penelitian ini adalah (a) lokasi halte koridor 10 TransJakarta berada di 15 kelurahan, 9 kecamatan, dan 3 kota, (b) hasil tingkat efektivitas didapat 4 halte sangat efektif, 14 halte efektif, dan 4 halte tidak efektif. Penyebab sedikitnya penumpang ialah banyaknya pilihan angkutan penumpang yang tersebar sekitar halte dan letak jalur koridor 10 bertampalan dengan jalan tol. (c) Kawasan penarik yang dimiliki semua halte sangat efektif adalah kawasan perkantoran dan kawasan jasa.
Kata Kunci :