Perawatan kehamilan remaja dikecamatan Wonosari dan kecamatan Saptosari kabupaten Gunungkidul
Intan Matta Lanasari,
2014 | Skripsi |INTISARI Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) (2007) menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan target MDGs pada tahun 2015, AKI dapat diturunkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup. Kematian ibu di rumah sakit disebabkan oleh banyaknya kasus kegawat daruratan pada kehamilan, persalinan dan nifas. Usia remaja 10-25 tahun yang berjumlah hampir separo dari penduduk Indonesia rentan untuk menggagalkan keberhasilan program KB yang sudah tercapai dengan baik, karena ada perubahan mendasar remaja dalam bersikap dan berperilaku seksual. Kabupaten Gunungkidul memiliki angka kematian ibu yang cukup tinggi karena minimnya pengetahuan mengenai perawatan kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perawatan kehamilan apa saja yang dilakukan oleh remaja serta untuk mengetahui karakteristik remaja hamil menurut faktor individu, faktor latar belakang orangtua remaja dan akses ke fasilitas kesehatan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yang dituangkan kedalam tabel frekuensi dan untuk mengetahui perbedaan antara variabel menggunakan analisis Chi Square. Umur rata-rata remaja yang hamil di Kecamatan Wonosari adalah 18 tahun, sedangkan umur rata-rata remaja yang hamil di Kecamatan Saptosari adalah 17 tahun. Seluruh remaja yang hamil memiliki pendidikan terakhir dari SD hingga SMA. Selama remaja hamil mereka lebih memilih bekerja, dari pada menjadi ibu rumah tangga. Remaja lebih memilih bekerja sebagai petani dan pedagang, sesuai dengan kondisi sosial ekonomi di daerah asalnya. Di Kecamatan Saptosari 70 persen remaja hamil karena hamil yang diinginkan, sedangkan sisanya persen remaja hamil diluar nikah. Jarak rumah remaja ke fasilitas kesehatan untuk memeriksa kehamilan berkisar antara 0-3 Km.
Kata Kunci :