Studi komparasi metode interpolasi linier dan interpolasi persamaan bola dalam perhitungan volumetrik
Sigit Nur Imam Wibowo,
2014 | Skripsi |INTISARI Digital Elevation Model (DEM) merupakan bentuk tiga dimensi permukaan Bumi yang direpresentasikan dalam sebuah model. Salah satu metode yang digunakan untuk membangun DEM adalah interpolasi. Setiap metode interpolasi membawa konsekuensi masing-masing, seperti Triangulated Irregular Network (TIN) yang dibangun dari segitiga datar yang secara teoritis tidak dapat merepresentasikan kelengkungan. Di sisi lain, persamaan bola yang merupakan persamaan kuadrat secara teoritis mampu menutupi kekurangan ini. Penelitian ini melibatkan survey lapangan dengan menggunakan Total Station sebagai data. Sampel penelitian ini adalah Dome Karst (diameter 100 m) yang mewakili bentuk lengkung dan lapangan sepak bola yang mewakili bentuk datar. Data berupa titik ketinggian (x,y,z) berjumlah 60 untuk permukaan model Dome Karst dan 6 untuk permukaan model lapangan sepak bola. Sedangkan titik uji akurasi masing-masing metode berjumlah 16 untuk Dome Karst dan 3 untuk lapangan sepak bola. Titik ketinggian tersebut diinterpolasi dengan metode interpolasi linier dan persamaan bola, kemudian dihitung volumenya untuk permukaan model Dome Karst. DEM dibentuk sebanyak dua kali pada untuk masing-masing metode interpolasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpolasi linier tidak dapat merepresentasikan Dome Karst dengan baik (RMS-Error: 2,368974813), sedangkan persamaan bola dapat merepresentasikan Dome Karst dengan baik (RMS-Error: 2,133816668). Sebaliknya, interpolasi linier dapat merepresentasikan lapangan sepak bola dengan baik (RMS-Error: 0,192333044), sedangkan persamaan bola tidak dapat merepresentasikan lapangan sepak bola dengan baik (RMS-Error: 2,643165148). Terjadi perubahan akurasi masing-masing metode interpolasi ketika dilakukan pengurangan terhadap titik sampel. Dengan 38 titik sampel, didapatkan standar deviasi sebesar 4,03952163 untuk interpolasi linier dan sebesar 3,525802603 interpolasi persamaan bola. Volume Dome Karst yang dihasilkan dari interpolasi linier sebesar 1.047,058 m3, sedangkan volume Dome Karst yang dihasilkan dari interpolasi persamaan bola sebesar 730,8512 m3.
Kata Kunci :