Laporkan Masalah

Kajian distribusi volume lalu lintas dan tingkat pelayanan jalan serta simulasinya : Studi kasus rencana pembangunan jalan lingkar barat UGM

Sheily Widyaningsih,

2014 | Skripsi |

Perencanaan transportasi merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan kota. Potensi permasalahan pada transportasi salah satunya adalah pada komponen lalu lintas. Permasalahan lalu lintas ini juga terjadi di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terletak pada koridor penghubung kota, yaitu volume lalu lintas yang cukup tinggi di beberapa titik. Salah satunya adalah di Jalan Kaliurang atau Jalan Persatuan yang memisahkan kampus UGM bagian timur (Bulaksumur) dan barat (Sekip). Oleh karena itu, pihak perencana UGM memiliki rencana penataan lalu lintas kawasan kampus UGM dan sekitarnya, selain untuk mendukung visi kampus Educopolis. Rencana yang dilakukan diantaranya yaitu jalan lingkar barat dan timur yang diintegrasikan dengan traffic calming di Jalan Persatuan. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi volume lalu lintas dan tingkat pelayanan jalan pada kondisi eksisting di kawasan UGM bagian barat (Sekip), serta mengetahui perubahannya dengan simulasi beberapa skenario realisasi jalan lingkar barat. Teknik pengambilan data dilakukan dengan survei lalu lintas untuk mendapatkan data volume lalu lintas dan kapasitas jalan, dilengkapi dengan data sekunder dan in-depth interview. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu melakukan perbandingan antara volume lalu lintas dan kapasitas jalan, yaitu derajat kejenuhan (V C ratio), yang menunjukkan kepadatan jalan. Derajat kejenuhan ini digunakan sebagai dasar pengklasifikasian tingkat pelayanan jalan. Semakin rendah derajat kejenuhan atau kepadatan jalan maka semakin baik tingkat pelayanan jalan. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat pelayanan jalan yang bervariasi di daerah kajian, yaitu sangat baik (A), baik (B), sedang (C), dan buruk (D). Tingkat pelayanan jalan paling baik dimiliki oleh Jalan Podocarpus I dengan derajat kejenuhan paling rendah (0,14). Tingkat pelayanan jalan paling buruk dimiliki oleh Jalan Kesehatan segmen 2 dengan derajat kejenuhan paling tinggi (0,88). Pada hasil simulasi beberapa skenario realisasi jalan lingkar barat, terjadi perubahan volume lalu lintas dan tingkat pelayanan jalan. Tingkat pelayanan jalan paling buruk meningkat menjadi F (macet). Beberapa segmen jalan yang sebaiknya mendapat perhatian khusus karena dimungkinkan konflik lalu lintas yang meningkat yaitu Jalan Teknika Utara, Jalan Kesehatan segmen 1 dan 2, serta Jalan Prof. Dr. Sardjito.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.