Persepsi stakeholder terhadap implementasi penataan ruang kawasan pesisir Parangtritis : Studi kasus Dusun Mancingan
Surani Hasanati, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHParangtritis merupakan kawasan wisata pesisir utama di Kabupaten Bantul. Kondisi terkini yang sedang berlangsung adalah pelaksanaan penataan ruang kawasan pesisir Parangtritis yang tahap awalnya sedang dilakukan di Dusun Mancingan. Implementasi penataan ruang kawasan pesisir menarik untuk diteliti karena dengan adanya implementasi tersebut menimbulkan persepsi yang berbeda dari setiap pelaku pembangunan (stakeholders). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan keragaman persepsi stakeholders terhadap implementasi penataan ruang kawasan pesisir Parangtritis di Dusun Mancingan, dan (2) Mengkaji harapan stakeholder terhadap implementasi penataan ruang kawasan pesisir Parangtritis di Dusun Mancingan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan ekologi dengan metode analisis data menggunakan pendekatan induktif, yakni dari khusus ke umum. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, indepth interview, dan penelaahan data sekunder. Penarikan informan dilakukan secara purposive sampling mencapai titik jenuh. Analisis data dilakukan dengan menyarikan temuan lapangan ke dalam unit-unit informasi dan mensintesis unit-unit informasi tersebut ke dalam tema, selanjutnya berakhir dengan menginduksi tema ke dalam rumusan konsep yang berhubungan dengan topik penelitian. Analisis data juga dilakukan dengan prinsip triangulasi. Keragaman persepsi stakeholders terhadap penataan ruang kawasan pesisir Parangtritis di Dusun Mancingan terlihat dalam mendukung penuh penataan dan mendukung tetapi dengan perhatian terhadap beberapa aspek. Keragaman persepsi juga terlihat dalam munculnya tema-tema, yaitu: pemahaman terhadap program penataan (relokasi); motivasi pelaksanaan program; sosialisasi dan promosi; kondisi pasar relokasi; kondisi fisik dan lingkungan pantai; kondisi sosial-ekonomi; penerimaan masyarakat lokal; keterlibatan masyarakat lokal; manfaat penataan; peran pemerintah; kerjasama dan komunikasi; kualitas SDM lokal; adaptasi; pemanfaatan lahan di Sultan Ground; kekhawatiran di masa mendatang, dan Parangtritis yang potensial. Konsep yang dihasilkan dari induksi tema ada empat, yaitu penataan untuk pengembangan, strategi masyarakat lokal, partisipasi, dan keberlanjutan. Hubungan negatif konsep yang hadir merujuk pada penataan yang gagal dari segi sosial-ekonomi dikarenakan persoalan ekologi yang dilandasi atas asumsi yang salah dalam penataan tentang sumber pendapatan masyarakat dan tempat hunian. Harapan yang dapat diidentifikasi terkait penataan ruang kawasan pesisir Parangtritis yang sedang berlangsung di Dusun Mancingan yaitu adanya sinergi antara Pemerintah dengan masyarakat, kepastian program penataan tahap berikutnya, dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal dan PAD.
arangtritis is the primary coastal tourism area in Bantul Regency. Currently, the recent condition is the implementation of Parangtritis coastal area spatial arrangement which the early stage stil in process in Mancingan village. This case is attracted to get research in because it cause differ perception from each stakeholder. The purpose of this research are: (1) To describe the diversity of stakeholders’ perception about the implementation of Parangtritis coastal area spatial arrangement in Mancingan village, and (2) To assesss the stakeholders’ expectation about the implementation of Parangtritis coastal area spatial arrangement in Mancingan village. This is a qualitative research basic on ecologycal approach and utilises an inductive approach (from specific to general) as data analyze method. Data collected by the field research that’s gained by observation method, in-depth interview, and document study. Informants’ taking with purposive sampling until saturated. The data analyze is done inductively through acquiring fields reports on information units and synthesize those units in themes, then finally themes in to concepts which are related to this research topic. This data analyze also processed using triangulation principle. The diversity of stakeholders’ perception can be seen by the full support in the spatial implementation and the support with several notes in several aspects. This diversity can be seen also from themes showed are: the comprehension about spatial restructuring; implementing motivation; socialization and promotion; the condition of relocation area; the condition of coast physical and environment; the condition of social and economy; acceptance of local society; involvement of local society; the benefit of spatial restructuring; Government role; collaboration and communication; quality of local human resources; adaptation; land use in Sultan Ground; anxiety in the future life; and potentially Parangtritis. This research concludes four concepts which are arrangement for developing; local society strategy; participation, and sustainability. The negative link among those concepts showed the unsuccessful spatial restructuring seen from social-economy side because of the ecologycal problem based on wrong assumption about major earning source and the settlement. There are three expectation that has been identified from this research: the existence of synergy between Government and society; the certainty of the next spatial arrangement; also raising the level of income both society and the regency.
Kata Kunci : persepsi, stakeholder, implementasi, penataan ruang, Parangtritis