Laporkan Masalah

Pengaruh Tingkat Kepemilikan Insider Terhadap Tingkat Keuntungan Saham Pada Perusahaan Pemecah Saham

Zulfikar (Pembimbing): Dr. Jogiyanto HM., MBA., Dr. Jogiyanto HM., MBA

2015 | Tesis | S2 Accounting

Abstrak

Pada dasarnya, pemecahan saham tidak mengakibatkan aliran kas perusahaan, proporsi kepemilikan setiap pemegang saham, ataupun klaim-klaim lainnya dari para pemegang saham. Namun biasanya pemecahan saham menimbulkan reaksi harga saham yang positif pada saat pengumuman. Karena pemecahan saham tidak memiliki implikasi langsung terhadap investasi perusahaan atau keputusan pembiayaan, reaksi positif akan diarahkan pada informasi yang berpengaruh terhadap pemecahan saham. Sesuai dengan masalah tersebut, penelitian ini menguji apakah investor memahami tingkat kepemilikan insider suatu perusahaan sebagai informasi yang

berguna untuk mengevaluasi keputusan perusahaan melakukan pemecahan saham. Penelitian ini menguji 30 perusahaan yang mengumumkan pemecahan saham di BEJ selama 1995 sampai 1997. Market-adjusted model digunakan untuk mengestimasi abnormal return. Estimasi ini merupakan selisih antara return aktual dengan return yang diharapkan. Analisis regresi digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh tingkat kepemilikan insider terhadap tingkat keuntungan. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan diantara return dan abnormal return di sekitar hari pengumuman, yang mengindikasi pasar bereaksi positif terhadap pengumuman pemecahan saham. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa abnormal return pada saat pengumuman split secara positif berhubungan dengan tingkat kepemilikan insider. Hubungan positif antara abnormal return dan tingkat kepemilikan insider berlaku setelah mengontrol variabel lain yang berkaitan dengan pengaruh pemecahan saham (turnover, abnormal return sebelum pengumuman, dan harga). Hasil ini mengindikasi tingkat kepemilikan _insider herguna untuk mengevauasi pemecahan saham

Abstract

Stock split does not affect, per se, the cash flow of the film, the proportional ownership of each shareholder, or the claims of other classes of security holders. However, stock splits usually elicit a positive stock price reaction upon announcement. Because stock splits have no direct implications for the firm's investment or financing decisions, the positive reaction must be attributable to the information effect of stock splits. According to that problem, this study examines whether investors regard the level of insider ownership of a firm as useful for evaluating stock split decisions. This study examines thirty companies that announced stock split in Jakarta

Stock Exchange during 1995 to 1997. Market-adjusted model is used to estimate the abnormal returns. The estimation of this return is the difference between the actual

and expected return rate. Regression analysis is used to identify the effect of level of insider ownership on abnormal return. The results show that there are significant differences among stock return and abnormal return around the announcement day, indicating the market reacts positively to split announcements. Further analysis shows that the abnormal returns at the announcement of stock splits are positively related to the level of insider ownership. The positive relation between abnormal returns and the level of insider ownership prevails even after controlling for factors associated with the announcement effect of stock split (e.g., turnover, preannouncement abnormal returns, price). This indicates

the level of insider ownership is useful for evaluating stock split decisions.

Kata Kunci : Devinisi Pemecahan Saham, Reaksi Pasar Terhadap Pemecahan Saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.