ANALISIS PERMINATAAN RUMAH TANGGA AKAN ENERGI KAYU BAKAR DI PEDESAAN: KASUS DAERAH SUNGAI KONTO, SETUDI KASUS DI DAS KONTO, MALANG JAWA TIMUR
Zain, Djumilah (Adv. Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo), Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo
Terganggunya kelestarian hutan antara lain disebabkan karena kebutuhan kayu bakar rumah tangga lebih besar dibandingkan dengan potensi produksi total itu sendiri, sehingga terjadi penebangan-penebangan liar yang menyimpang dari norma-norma pemeliharaan kelestarian hutan.Pembangunan ekonomi yang menimbulkan external diseconomies' ini perlu penanganan yang tepat supaya kerugian yang berupa turunnya kelestarian hutan dapat diatasi.
Tujuan penelitian ini adalah
1.Mendapatkan fakta tentang pentingnya besaran-besaran harga kayu bakar, harga minyak tanah, pendapatan, tingkat pendidikan , status pekerjaan dan besaran-besaran lain yang mempengaruhi pola konsumsi energi kayu bakar untuk rumah tangga di pedesaan serta meneliti pentingnya faktor-faktor di atas pada lokasi yang berbeda dan cara memenuhi kebutuhan kayu bakar yang berbeda.
2.Mendapatkan informasi tentang pengaruh perubahan pendapatan terhadap elastisitas konsumsi kayu bakar antara golongan berpenghasilan rendah dengan golongan berpenghasilan sedang ke atas.
3.Mengetahui taksiran konsumsi kayu bakar per kapita serta prediksi konsumsi kayu bakar rumah tangga tahun 2000 berdasar pertumbuhan penduduk dan tingkat pendapatan.
Metoda ana1isis yang dipakai dengan cara membuat model ekonometri permintaan kayu bakar untuk rumah tangga dengan memasukkan 7 besaran pengaruh, 3 termasuk besaran ekonomi dan 4 termasuk besaran sosial. Untuk me1ihat kestabi1an po1a konsumsi kayu bakar untuk rumah tangga data rumah tangga di ke1ompokkan dalam beberapa strata yang homogen. strata yang diduga memnyebabkan po1a konsumsi kayu bakar berbeda adalah :
-lokasi rumah tangga dari sumber utama penghasi1 kayu bakar.
- perbedaan tingkat pendapatan
- perbedaan cara memperoleh.
Penemuan utama dalam studi ini adalah
-makin jauh lokasi rumah tangga dari sumber utama penghasi1 kayu bakar, makin kecil kayu bakar yang dikonsumsi.
-Rumah tangga yang mencari menggunakan kayu bakar lebih besar dibanding dengari yang membeli.
-Bagi golongan pendapatan miskin kayu bakar 'merupakan barang normal sedang bagi golongan pendapatan sedang ke atas yang mengkonsumsi kayu bakar 1ewat pasar kayu bakar menjadi tuna nilai.
-Besaranya pendapatan, jenis pekerjaan dan harga bayangan kayu bakar merupakan faktor utama yang' mempengaruhi pola konsumsi kayu bakar,untuk rumah tangga.
Peningkatan pendapatan melalui perluasan kerja di sektor pertanian di sertai peningkatan pendidikan merupakan pilihan untuk mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap kayu bakar (strategi jangka panjang). Strategi jangka pendek untuk memenuhi kayu bakar adalah menciptkan energi baru dengan menggunkan limbah pertanian yang sesuai dengan kemauan dan kemampuan masyarakat setempat. Bila dua hal terakhir tidak diperhitungkan, berarti prinsip teknologi tepat guna tidak diterapkan. Kegagalan proyek pengembangan energi baru di daerah penelitian adalah karena tidak dilaksanakannya prinsip teknologi tepat guna.
Kata Kunci : PERMINTAAN RUMAH TANGGA, ENERGI, KAYU BAKAR