Laporkan Masalah

Analisis Kemampuan Harga Saham Dalam Mencerminkan Informasi Laba dan Dividen Yang Digunakan Dalam Pembentukan Ekspektasi Laba Mendatang

Yusni Warastuti (Pemb : Dr. Jogiyanto HM., MBA), Dr. Jogiyanto HM., MBA

2003 | Tesis | S2 Accounting

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah harga saham mampu mencerminkan informasi-informasi (laba dan dividen) yang digunakan dalam pembentukan ekspektasi laba mendatang. Dua model yang digunakan adalah model prediksi dan model penetapan harga.



Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 72 perusahaan manufaktur, yang terdiri dari 40 perusahaan dengan laba positif dan 32 perusahaan dengan laba negatif. Periode penelitian antara tahun 1995-1997, sehingga jumlah observasi adalah 261. Banyaknya model prediksi maupun model penetapan harga masing-masing kelompok sampel adalah 13 model (merupakan kombinasi dari variabel-variabel dalam penelitian ini). Hipotesis pertama dan kedua diuji dengan model prediksi dan menggunakan analisis korelasi. Hipotesis ketiga diuji dengan menggunakan model prediksi. Model prediksi merupakan hasil regresi dari laba sebelum item ekstraordinari dengan kombinasi variabel ketiga komponen laba, perubahan laba, dividen, dan perubahan dividen. Penggunaan kedua model secara bersama-sama (joint test) digunakan untuk menguji hipotesis keempat, yang dilakukan dengan cara membandingkan koefisien masing-masing variabel pada model prediksi dengan koefisien variabel tersebut dalam model penetapan harga. Untuk menguji hipotesis keempat tahapan yang harus dilakukan adalah: 1) melakukan regresi model prediksi; 2) melakukan regresi antara cumulative abnormal return dengan unexpected earnings, 3) mensubstitusikan model prediksi kedalam model penetapan harga, dan membandingkan koefisien variabel dalam model prediksi dengan koefisien variabel tersebut dalam model penetapan harga.



Dividen tahunan merupakan besamya dividen yang diumumkan akan dibayarkan selama tahun fiskal yang bersangkutan, sedangkan perubahan dividen merupakan selisih antara dividen pada tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya. Semua ukuran dari variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibagi dengan rata-rata nilai buku ekuitas. Komponen laba terdiri dari akrual, aliran kas operasi, dan laba non operasi. Perubahan laba merupakan selisih laba pada tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya. PeneIitian ini menggunakan variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan yang diproksikan dengan aktiva total. Abnormal return diukur dengan model disesuaikan-pasar dengan periode peristiwa 7 hari.



Hasil dari penelitian ini adalah: 1) komponen laba memiliki hubungan positif dengan laba mendatang, sedangkan perubahan laba berhubungan negatif dengan laba mendatang tetapi hubungan tersebut tidak signifikan, 2) dividen maupun perubahan dividen berhubungan positif dengan laba mendatang, 3) variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap laba mendatang adalah komponen laba, khususnya akrual dan aliran kas operasi; 4) model prediksi yang, memiliki kemampuan penjelas tertinggi adalah prediksi yang memasukkan variabel ketiga komponen laba dan perubahan dividen, 5) harga saham belum mampu mencerminkan informasi-informasi yang digunakan dalam prediksi laba mendatang.

This study investigate whether stock prices reflect information (earnings and dividends) which are used in future earnings expectations. Two models that used in this study are predictions model and pricing model.



Sample uses in this study 72 firms listed in the Jakarta Stock Exchange, which consist of 40 firms with positive earnings and 32 firms with negative earnings. The period of this study is 1995-1997. Finally this study consists of261 firm-year observations. In this study, we use two models (prediction model and pricing model) which each model consist of 13 models for each group sample. The first and second hypothesis are tested using prediction model and correlation analysis (Pearson-Spearman). The third hypothesis is tested using prediction model. Prediction model is a regression of future earnings with combination of variables, which are used in this study (earnings, earnings change, dividend, and dividend change). The fourth hypothesis is tested with two models in this study together (joint test). The steps that must do in this test are: 1) regress the prediction model, 2) cumulative abnormal return is regressed on unexpected earnings, 3) substitute prediction model to the pricing model, and 4) compare the coefficient of each variable in the prediction model with coefficient the same variable in the pricing model.



Annual dividend as the amount of dividend which will pay in the fiscal year t, and dividend change is the difference between the annualized dividend for year t and year t-l. For meaningful cross-sectional comparisons, we scale the variable in this study by average book value of equity in year t. Earnings¬component consist of accruals, cash flow, and non operating income. Earnings change is difference between earnings for year t and year t-l. The control variable in this study is firm size, a commonly used proxy for the firm's information environment. To control this effect we include total assets. Abnormal returns are measured with market-adjusted model, with window 7 days.



The results of this study are: 1) the correlation of earnings-component to one-year-ahead net income is positive, and the correlation of earnings change to future earnings is negative but this correlation statistically is not significant, 2) dividend and dividend change to one-year-ahead net income also positive, 3) variable that have significant implication to future earnings is earnings¬component, especially accruals and cash flow, 4) prediction model that have incremental explanatory power than earnings-component is prediction model that include variable earnings-component and dividend change, 5) security prices do not reflect predictable elements of the relation between current and future

Kata Kunci : Informasi Laba, Ekspektasi Laba Mendatang, Harga Saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.