Laporkan Masalah

Pengaruh Interaksi Penekanan Target Anggaran Ketat dan Pengendalian Kos terhadap Kecenderungan Bawahan untuk Menciptakan Slack dan Budgetary Performance

Yusiana Dwi Suciani (Pemb : Mahfud Solihin, SE., M.Acc), Mahfud Solihin, SE., M.Acc

2005 | Skripsi | S1 Accounting

Merchant (1985) mengemukakan bahwa pengendalian-pengendalian akuntansi berbeda yang dikombinasikan dapat menimbulkan pengaruh perilaku bawahan yang berbeda pula. Sejalan dengan temuan tersebut, penelitian Chow,Kato, dan Merchant, (1996) juga menunjukkan bahwa pengendalian-pengendalian akuntansi dapat berfungsi sebagai pelengkap atau pengganti satu sama lain, dan mungkin juga berbeda dalam besar dan lingkup pengaruh yang ditimbulkan. Ini berarti bahwa organisasi perlu menerapkan berbagai bentuk pengendalian akuntansi yang berbeda-beda secara bersama-sama untuk mencapai perilaku bawahan yang diinginkan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah penekanan target anggaran ketat dan pengendalian kos berinteraksi secara signifikan untuk mempengaruhi kecenderungan bawahan untuk menciptakan slack dan budgetary performance. Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam penerapan proses pengendalian akuntansi suatu organisasi untuk mencapai perilaku bawahan yang diinginkan, selain juga bisa digunakan Sebagai kajian keilmuan serta dapat menambah khasanah penelitian mengenai hubungan antara pengendalian akuntansi dengan kinerja dan perilaku bawahan, dan dapat menyediakan informasi yang mungkin diperlukan untuk penelitian bidang akuntansi manajemen pada masa yang akan datang.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi lapangan yang meneliti subyek tertentu yaitu mahasiswa MM UGM kelas eksekutif untuk memberikan gambaran yang lengkap mengenai perilaku manajer yang menyusun anggaran dan penelitian ini merupakan penelitian dengan karakteristik masalah yang berkaitan

dengan latar belakang dan kondisi saat ini dati subyek yang diteliti. Responden yang berpartisipasi dalam studi ini adalah para manajer dan submanajer yang sedang melanjutkan studinya di Program Magister Management Universitas Gadjah Mada (MM-UGM) kelas eksekutif, yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran dan memiliki minimal 1 tahun pengalaman di bidang tanggungjawabnya. Data penelitian dikumpulkan dengan metode survei melalui kuesioner. Jumlah kuesioner yang disebarkan berjumlah 93 buah. Terdapat empat variabel yang diukur dalam penelitian ini, yaitu variable kecenderungan untuk menciptakan slack, penekanan pada target anggaran ketat pengendalian kos, dan budgetary performance. Variabel-variabel tersebut diukur melalui instrumen-instrumen yang telah dikembangkan dan digunakan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Meskipun instrumen tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya oleh peneliti sebelumnya, uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan dengan mempertimbangkan perbedaan waktu dan kondisi yang dialami oleh penelitian sekarang dan penelitian sebelumnya.

Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah "penekanan pada target anggaran ketat dan pengendalian kos berinteraksi secara signifikan untuk mempengaruhi kecenderungan bawahan dalam menciptakan slack (hipotesis 1) dan "penekanan pada target anggaran ketat dan pengendalian kos berinteraksi signifikan untuk mempengaruhi budgetary performance" (hipotesis 2).

Metode analisis dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi berganda (multiple regression) yang menghubungkan satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen dalam dua model prediksi. Persamaan regresi berganda menggunakafi model interaksi antar variabel independen. Untuk menganalisis data, digunakan model regresi sebagai berikut.

Y1 = bo + b1T + b2C+ b3TC + e (persamaan 1 untuk hipotesis 1)

Y2= bo + b1T + b2C+ b3TC + e (persamaan2 untuk hipotesis 2)

Dengan penjelasan sebagai berikut:

Y1 = kecenderungan untuk menciptakan slack;

Y2 = budgetary performance

T = penekanan pada target anggaran ketat;

C = pengendalian kos;

e = error (kesalahan regresi)


Dari 93 kuesioner yang disebarkan, yang dimasukkan dalam pengolahan data berjumlah 65 kuesioner. Berdasarkan pengujian hipotesis 1, 15.3% variasi kecendenmgan untuk menciptakan slack bisa dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independen yaitu penekanan pada target anggaran ketat (T), pengendalian kos (C), dan interaksi antara penekanan pada target anggaran ketat dan pengendalian kos (TC). Sedangkan sisanya, 84.7%, dijelaskan oleh sebab sebab lain di luar model. Dari ketiga variabel independen yang dimasukkan dalam regresi, semua variabel signifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa variable kecenderungan Wltuk menciptakan slack dipengaruhi oleh variabel penekanan pada target anggaran, pengendalian kos serta interaksi antara variabel penekanan pada target anggaran dan pengendalian koso Interaksi kedua jenis pengendalian akuntansi tersebut cenderung mengurangi luasnya informasi asimetri, yang mengarah pada berkurangnya kecenderungan bawahan dalam menciptakan

perilaku disfungsional. Dan karena sistem pengendalian akuntansi berdasarkan penggwaan informasi, maka sistem pengendalian akuntansi ini cenderung menyediakan informasi yang lebih baik kepada atasan, dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi slack. Jika bawallan menyadari bahwa atasannya mempWlyai kemampuan untuk mendeteksi slack, mereka cenderung tidak menciptakan slack.

Pengujian hipotesis 2 menunjukkan bahwa 26% variasi budgetary peljormance bisa dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independen penekanan pada target anggaran ketat (T), pengendalian kos (C), dan interaksi antara penekanan pada target anggaran ketat dan pengendalian kos (TC). Sedangkan sisanya, 74%, dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. Dari ketiga variabel independen yang dimasukkan dalam regresi, semua variable signifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa vaJ.label budgetary performance dipengaruhi oleh variabel penekanan pada target anggaran ketat, pengendalian kos serta interaksi antara variabel penekanan pada target anggaran dan pengendalian koso Karena pengendalian akuntansi meningkatkan akurasi akuntansi dan informasi anggaran, pengendalian akuntansi dengan demikian cenderung meningkatkan akurasi target anggaran, dan anggaran yang lebih akurat cenderung diasosiasikan dengan kinerja bawahan karena bawahan dapat melihat anggaran yang akurat sebagai suatu hal yang realistis dan dapat dicapai.

Penelitian ini memberikan bukti tambahan pada isu kompleks mengenai kecenderungan untuk menciptakan slack dan kinerja bawahan. Penelitian ini memberikan implikasi kepada perusahaan bahwa organisasi perlu menerapkan berbagai bentuk pengendalian akuntansi yang berbeda secara bersama-sama untuk mencapai perilaku bawahan yang diinginkan. Sehingga, pengendalianpengendalian akuntansi seperti penekanan pacta target anggaran ketat dan pengendalian kos tidak dapat dipandang secara terpisah, melainkan dipandang secara keseluruhan bersama-sama dengan jenis yang berbeda dari pengendalianpengendalian akuntansi dan non-akuntansi untuk mencapai tujuan organisasi, khususnya kinerja bawahan dan kecenderungan bawahan untuk menciptakan slack. Bagi pihak lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong penelitian mengenai pengendalian akuntansi pada masa yang akan datang dan menyediakan informasi yang mungkin diperlukan untuk penelitian tersebut dengan sampel yang dipilih secara acak pada lower level dan middle level management pada berbagai jenis industri (bank atau jasa, manufaktur, perusahaan minyak dan gas, serta organisasi sektor publik), dan meneliti pengaruh interaksi atribut-atribut system pengendalian akuntansi lainnya, dengan variabel dependen lainnya seperti

kepuasan kerja dan perilaku disfungsional serta pengaruh pengendalian pengendalian informal (misalnya budaya perusahaan), serta meneliti pengaruh kombinasi tingkat pengendalian akuntansi yang sarna dan berbeda untuk interaksi antara penekanan target anggaran ketat dan pengendalian kos.

Kata Kunci : Slack dan Budgetary Performance, Manajemen, Interaksi Penekanan Target, Pengendalian Kos


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.