Pengaruh Desentralisasi Fiskal terhadap Outcomes Bidang Kesehatan studi Kasus di Kabupaten/Kota Propinsi Nusa Tenggara Barat
YUNIA ULFA FARIANA, Dr. Hardo Basuki, M.Soe.Sc.
Pelaksanaan desentralisasi fiskal yang dilaksanakan sejak tahun 2001 lalu, saat ini telah mengalami revisi dalam upaya untuk merespon aspirasi daerah dan masyarakat. Hal ini membawa implikasi penyempurnaan subsistem desentralisasi fiskal lainnya yaitu dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004. Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu propinsi yang memiliki outcomes kesehatan di bawah rata-rata tingkat kesehatan nasional. Desentralisasi fiskal yang telah dilaksanakan khususnya dalam bidang kesehatan diharapkan mampu memberikan hasil peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, karena kesehatan terkait erat dengan kualitas pendidikan dan tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan di NTB dan bertujuan menguji perbedaan anggaran belanja bidang kesehatan antara sebelum dan setelah penerapan desentralisasi fiskal, pengaruh desentralisasi fiskal terhadap angka kematian bayi, usia harapan hidup dan balita dengan gizi buruk. Hasil yang diperoleh adalah masih belum maksimalnya capaian outcomes bidang kesehatan setelah pelaksanaan otonomi daerah.
Since have been started at 2001, fiscal decentralization has been completed to response people and local region aspirations. The implication is the other subsystem of fiscal decentralization, law 32 of 2004 and law 33 of 2004, are also revised. Nusa Tenggara Barat (NTB) is one of province with low healty outcomes under national healty outcomes rate. Fiscal decentralization which have done especialy in healty sector hopefully make increasing of poeple healty quality, because there is a correllation between healthy, education and the human resources quality. The research is located on NTB and it aims compare the difference of healty budgetary before and after fiscal dezentralizaton, the effect of fiscal dezentralization to infant mortality rate, life expectacy and under five years baby with unsufficien nutrition. The result of the research is the outcomes of healty sector is not maximum yet after fiscal decentralization.
Kata Kunci : otonomi daerah, outcomes bidang kesehatan, anggaran belanja pemerintah, fiscal decentralization, healthy sector outcomes, government budgetary