Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kekurangan Gizi pada Balita di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003

Yunaida, Isna Harfin, DR. Budiono Sri Handoko. M.A.

2008 | Skripsi | S1 Economics

Kekurangan gizi pada anak balita merupakan masalah yang perlu segera ditangani karena kekurangan gizi pada balita menjadi 54 % penyebab kematian balita di dunia tahun 2002. Selain itu, balita yang mengalami kekurangan gizi akan terhambat pertumbuhannya sehingga ketika dewasa dia akan mempunyai kesehatan dan produktivitas yang lebih rendah daripada anak yang pertumbuhannya normal. Produktivitas yang rendah ini akan mengakibatkan seseorang sulit mencapai kehidupan yang sejahtera. Kemiskinan dianggap sebagai faktor kunci yang menyebabkan terjadinya kekurangan gizi pada balita. Jika balita yang mengalami kekurangan gizi akibat kemiskinan tumbuh dewasa dengan produktivitas yang rendah, maka mereka akan sulit keluar dari kemiskinan sehingga munculah lingkaran setan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi tejadinya kekurangan gizi pada balita secara makro di 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2003. Faktor-faktor yang diteliti adalah pengeluaran makanan per kapita, akses terhadap air bersih, ketersediaan fasilitas sanitasi yang baik, jenis lantai tempat tinggal, tingkat melek huruf wanita dan rasio balita per posyandu. Dengan menggunakan regresi OLS, diperoleh hasil bahwa pengeluaran makanan per kapita dan ketersediaan fasilitas sanitasi yang baik mempunyai hubungan negatif dengan terjadinya kekurangan gizi pada balita. Sedangkan proporsi rumah tangga yang lantainya masih berupa tanah dan rasio balita per posyandu mempunyai hubungan yang positif dengan terjadinya kekurangan gizi pada balita. Kata Kunci : Kekurangan gizi pada balita, lingkaran setan kemiskinan

Malnutrition of under five children is a problem that should be urgently resolved because it is the cause of 54 % under five mortality over the world in 2002. Beside that, under five children suffering malnutrition will experience retardation growth therefore when have grown into an adult, they will have lower health and productivity compared to child with normal growth. This low productivity will make someone difficult to achieve prosperous life. Poverty is considered as a key factor causing malnutrition of under five children. If under five children suffering malnutrition as the poverty impact grows into adults with low productivity, they will be difficult to get out from poverty. Consequently, vicious poverty circle comes to existence. This research aims to know some factors influencing malnutrition of under five children macroly in 35 regencies and towns in Central Java Province in 2003. Factors researched are per capita expenditure for food, access to clean water, availability of good sanitation facility, type of floor in the household, female literacy rate and ratio of under five children per posyandu (integrated service post). By using OLS regression, the result shows that per capita expenditure for food and the availability of good sanitation facility has negative relation to the prevalence of under five malnutrition. While proportion of households whose floor are still ground and ratio under five children per posyandu has positive relation to the prevalence of under five malnutrition. Key words : malnutrition of under five children, vicious poverty circle

Kata Kunci : Kekurangan gizi pada balita, lingkaran setan kemiskinan; kesejahteraan sosial; kondisi ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.