Laporkan Masalah

ANALISIS STRUKTUR PASAR INDUSTRI DAN ANALISIS KEUNGGULAN BERSAING PADA KOMODITAS MINYAK KELAPA SAWIT MENTAH

YULI NOOR KUSUMAWATI (Pemb : Drs. Wahib Suyitno, M.Agr), Drs. Wahib Suyitno, M.Agr

1998 | Skripsi | S1 Economics

Dalam menghadapi era perdagangan bebas yang semakin dekat maka minyak sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) sebagai komoditi agroindustri sangat penting untuk diperhatikan dan cukup prospektif di masa datang. Hal ini mengingat peranan CPO yang sangat besar dalam menyumbangkan devisa ekspor dengan pertumbuhan ekspor yang cukup tinggi, selain itu CPO juga telah memberikan nilai tambah bagi perkebunan kelapa sawit dan agroindustri olah lanjut CPO, serta berperan dalam penyediaan lapangan kerja dengan penyerapan tenaga kerja yang

cukup tinggi.

Namun dalam perkembangannya CPO banyak mendapatkan hambatan dari pasar dalam negeri maupun ke pasar luar negeri. Hambatan dari dalam negeri yaitu berupa terbatasnya pertumbuhan produksi dibandingkan pertumbuhan permintaan domestik tetapi untuk memenuhinya dengan impor dikenakan pajak yang tinggi oleh pemerintah, kebijakan stabilisasi harga dan tataniaga CPO domestik yang cenderung kurang menguntungkan produsen walaupun dari sisi konsumen justru menguntungkan. Sedangkan hambatan ke pasar luar negeri berupa fluktuasi harga CPO di pasaran

internasional yang cenderung dipengaruhi naik-turunnya harga minyak nabati pesaingnya (minyak kedelai), isue-isue yang menjatuhkan pasaran CPO dan negara produsen minyak nabati pesaing CPO, dan pengenaan cukai impor sepihak oleh MEE. Dengan timbul masalah yaitu bagaimana atau sejauh mana kesiapan komoditas CPO dalam menghadapi era perdagangan bebas. Oleh karena itu untuk menjawab pertanyaan diatas perlu dianalisa dan sisi perinintaan maupun penawaran di pasar domestik maupun di pasar internasional. Dari pasar domestik sisi penawaran dianalisis dengan struktur pasar outputnya (indeks konsentrasi outPut) sedangkan dari sisi permintaan dianalisa dengan struktur pasar penjualannya (indeks konsentrasi penjualan). Kemudian dari sisi pasar luar negeri dilihat dengan analisis Constant Market Share dengan dua efek, dari sisi permintaan dipengaruhi oleh efek pertumbuhan pasar dan dan sisi penawaran sekaligus sisi permintaan dipangaruhi oleh efek daya saing.

Hasil analisa dari tahun 1980-1995 menunjukkan bahwa dari sisi output pasar CPO bukan berstruktur oligopoli (CR-4 = 34,98%) sehingga tingkat persaingannya cukup kondusif, sebaliknya dari sisi penjualan struktur pasar CPO cenderung oligopolis (CR-4 = 46,46%) atau 4 perusahaan terbesar cenderung mempengaruhi perilaku harga di pasar. Tingkat kenaikan efisiensi ongkos produksi yang diduga mempengaruhi penurunan indeks konsentrasi ternyata justru sebaliknya karena upaya pemerintah untuk nrieningkatkan produksi CPO dan menurunkan indeks konsentrasi adalah melalui proyek PIR yang merneriukan biaya yang besar sehingga tingkat efisiensinya rendah. Namun penurunan tingkat konsentrasi tersebut akan menyebabkan meningkatnya daya saing sehingga proyek PIR sangat strategis untuk dikembangkan sebagai dasar pengembangan agroindustri di masa datang terutama dalam memasuki era pasar bebas dengan dukungan kebijakan pemeirntah ke arah tersebut.

(Kata kunci : struktur industri - efisiensi - daya saing - PIR)

Kata Kunci : Analisis Struktur Pasar, Analisis Keunggulan Bersaing, MInyak Kelapa Sawit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.