Laporkan Masalah

Expectation Gap Antara Auditor BPK dengan Auditee Terhadap Independensi ,Keahlian,Etika dan Kualitas Auditor (Studi kasus pada Badan Pemeriksa Keuangan RI Daerah Istimewah Yogyakarta

Yulida Army Nurcahya (Adv.: Taufikur Rahman,S.E.M.B.A.,Ak.,CA.), Taufikur Rahman,S.E.M.B.A.,Ak.,CA.

2016 | Tesis | S2 Magister Accountancy

BPK-RI diamanatkan UU No. 15/ 2004 tentang Pemeriksaan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemerikasa Keuangan untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Hasil pemeriksaan audit berupa temuan audit oleh BPK-RI menunjukkan kemampuan auditor dalam mendeteksi kesalahan yang terdapat dalam laporan keuangan yang menunjukkan semakin baik kualitas audit. Kompetensi dan Independensi juga sudah disyaratkan dalam Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang merupakan patokan bagi pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan Negara. Selanjutnya Kemenpan menambahkan kepatuhan terhadap kode etik sebagai wujud kualitas auditor. Dalam proses pelaksanaan audit, antara auditor dan auditee saling mempunyai ketergantungan, namun seringkali terjadi perbedaan persepsi dan akhirnya memunculkan expectation gap. Begitu juga yang terjadi antara BPK RI perwakilan DIY dengan auditee yang ada diKabupaten Bantul. Beberapa waktu yang lalu terjadi persoalan hukum terkait dengan hasil audit. Hal ini muncul karena adanya expectation gap diantara auditor BPK dengan auditeenya. Maka untuk menjawab masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah menganalisis Expectation Gap antara Auditor BPK dengan Auditee terkait kualitas auditor, independensi Auditor, keahlian auditor dan etika auditor di lingkungan Perwakilan BPK RI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survey dan bersifat non eksperimental. Sampel diambil dari auditor BPK RI DIY sebanyak 30 orang dan auditee dipilih sebanyak 30 orang dari SKPD Kabupaten Bantul, jadi sampel berjumlah 60. Data diambil melalui kuesioner yang disebar di BPK dan di SKPD Kabupaten Bantul. Analisis data dilakukan secara non-parametrik yaitu uji beda dengan Mann-Whitney.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat expectation gap antara auditor dengan auditee terkait dengan kualitas auditor, (2) Terdapat expectation gap antara auditor dengan auditee terkait dengan Independensi auditor (3) Terdapat expectation gap antara auditor dengan auditee terkait dengan Keahlian auditor, (4) Tidak terdapat expectation gap antara auditor dengan auditee terkait dengan Etika auditor.

BPK-RI mandated in UU No. 15/2014 about Examination of the State Financial Responsibility and UU No. 15/2006 about Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) to examine of Local Government Financial Report (LKPD). The result shows auditor ability to detect any errors contained in the financial statements which indicates better audit ability. Competence and Independence are also required in State Auditing Standards (SPKN) used by auditor as a standard while examining in state financial management and state financial responsibility. Afterward Kemenpan adds obedience to ethic codes as auditor ability. In audit process, auditor and auditee have same dependency to others, but they often have defferent perception called expectation gap. It also happens between BPK-RI DIY and their auditee from Bantul district. Some time ago, legal issues were going on due to audit result. The issues showed up because there was an expectation gap between BPKÂ’s auditor and their auditee. Then to answer that problem, the main purpose of this research is to analyze Expectation Gap between them related to Auditor's quality, independency, skills, and ethics in BPK RI Daerah Istimewa Yogyakarta Agency.

This research used survey method and non-experimental method which took 60 samples from 30 auditor participants from BPK RI-DIY, and 30 auditee participants from SKPD Bantul. Data were taken from questionnaires shared in BPK DIY and SKPD Bantul and th data analysis was done by non-parametric which used different test method with Mann-Whitney.

The research results show: (1) There is an expectation gap between auditor and auditee related to auditor quality. (2) there is an expectation gap between auditor an auditee related to auditor independency.(3)there is an expectation gap between auditor and auditee to auditor expertise (4) there is not an expectation gap between auditor an auditee related to auditor ethics.

Kata Kunci : Expectation Gap, Auditor, Auditee, Auditor Quality, Auditor Independency, Auditor Expertise, Auditor Ethics.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.