Pengaruh kredibilitas endorser pada perilaku pembelian konsumen
YUDISTYA W, DANIEL, Dra. Sari Winahjoe, MBA
Pandangan umum di antara pemasar adalah menyampaikan pesan iklan dengan menggunakan selebritis akan menghasilkan daya tarik yang tinggi, perhatian, dari pada menggunakan model non-selebritis. Pemasar menemukan adanya fenomena perubahan pemilihan model selebriti dan atlet ke model orang biasa.
Beberapa penelitian telah membandingkan iklan dengan selebriti dan non-selebriti dengan tujuan menentukan keefektivitasan penggunaan model tersebut dalam iklan. Meskipun mereka memberikan keuntungan potensial bagi pemasar, iklan dengan selebriti dapat meningkatkan risiko finansial bagi pemasar.
Secara umum, sumber pesan yang kredibel atau dipercaya harus memiliki kriteria umum seperti daya tarik fisik, keahlian dan kepercayaan.
Dalam rangka menguji keefektivitasan pengunaan dua tipe model dalam iklan, diuji dua buah iklan cetak yang berbeda jenisnya, yaitu Telepon Seluler dan Shampoo. Data dikumpulkan dari responden pelajar dan mahasiswa di Jogjakarta dengan menggunakan alat survei.
Semua hasil dari analisis yang ada menunjukkan adanya perbedaan antara kedua jenis iklan. Dalam kasus produk Telepon Seluler, selebriti dirasa kredibel dalam mengiklankan produknya dan menarik konsumen untuk membelinya tetapi tidak dengan produk Shampoo, konsumen cenderung percaya pada model non-selebriti.
The general belief among marketers is that advertising messages delivered by celebrities provide a higher degree of appeal, attention, than those delivered by non-celebrities. Marketers are also discovering phenomena that celebrities and athlete no longer exist in advertising than typical man.
Few studies have actually compared celebrity advertising to non-celebrity advertising to determine their relative effectiveness. Despite the potential benefits they can provide, celebrity advertising increases the marketer's financial risk.
In general, a message source that high credibility and trusted must have this kind of criteria; physic attractiveness, expertise and trustworthiness.
In order to asses the effectiveness of two types of models in advertising, were tested across advertisement for two different type of product, which is Cell Phone and Shampoo. Data were collected from students in Jogjakarta using a survey instrument.
All the results of the analysis are showing different influence between the two ads. In the case of Cell Phone, the credibility of celebrity has attracted the consumer to buy the product but neither in Shampoo product, consumers tends to believe to non-celebrity.
Kata Kunci : Kredibilitas Endorser, Selebriti dan Non-Selebriti, Niat Beli, Tingkat Kepercayaan pada iklan.