Laporkan Masalah

Penerapan Aturan Perundang-Undangan Oleh Sistem Pengadilan pada Kasus Pembalakan Liar di Indonesia Tahun 2002-2008

YUDISTIRA HENDRA PERMANA, Rimawan Pradiptyo, PH.D

2010 | Skripsi | S1 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku hakim pada tingkatan Mahkamah Agung (MA) dalam menentukan lama masa tahanan bagi terdakwa kasus pembalakan liar di Indonesia periode tahun 2002-2008. Analisis yang dilakukan adalah pertama dengan menggunakan metoda censored normal regression dengan menggunakan variabel tuntutan lama masa tahanan oleh jaksa penuntut umum, putusan lama masa tahanan oleh Pengadilan Negeri (PN), jenis kelamin terdakwa, umur terdakwa, dan jenis pekerjaan terdakwa. Metoda tersebut digunakan untuk menganalisis bagaimana variabel-variabel tersebut mempengaruhi putusan MA dalam menentukan lama masa tahanan bagi terdakwa kasus pembalakan liar di Indonesia.


Sedangkan analisis kedua menggunakan statistika deskriptif yang mencakup perbandingan ketiga tingkatan pengadilan (jaksa penuntut umum, PN, dan MA) dalam menentukan putusan bagi terdakwa kasus pembalakan liar di Indonesia dan kesesuaian putusan ketiga tingkatan tersebut terhadap undang-undang yang berlaku.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan lama masa tahanan oleh jaksa penuntut umum, putusan lama masa tahanan oleh PN, dan umur terdakwa mempengaruhi putusan MA dalam menentukan lama masa tahanan terdakwa kasus pembalakan liar di Indonesia. Namun masih terdapat ketidaksesuaian putusan yang dilakukan ketiga tingkatan tersebut terhadap undang-undang yang berlaku di Indonesia.

The aim of this research is to analyze behavior of Supreme Courts judge on detention period sentence for illegal logging defendants in Indonesia from year 2002 to year 2008. The first analyze is censored normal regression method using detention period indictment by prosecutor, detention period sentence by district court, defendants gender, appeal effort, defendants age, and defendants job variables. Those variables are used to analyze how each variable affect on Supreme Courts verdict on detention period sentence for illegal logging defendants in Indonesia.


Second analyze is descriptive statistic involves three levels of jurisdictions considerations (prosecutor, district court, and Supreme Court) determine detention period sentence for illegal logging defendants in Indonesia and suitability those three levels of jurisdiction to law.


Researchs result shows that detention period indictment by prosecutor, detention period sentence by district court, and defendants age significantly affect on Supreme Courts verdict on detention period sentence for illegal logging defendants in Indonesia. But, on the other hand there is unsuitable verdict made by those three levels of jurisdiction to law.

Kata Kunci : Courts Verdict, Illegal Logging, Censored Normal Regression, Putusan Pengadilan, Pembalakan Liar,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.