Analisis Komparatif Probability Of Devault Pada Perusahaan Telekomunikasi Di Indonesia
YUDIANTO (Adv.: Irwan Taufik Ritongga, S.E., M.Bus.), Irwan Taufik Ritongga, S.E., M.Bus.
Penelitian analisis komparatif probability of default ini didasari sebuah fenomena menarik yang terjadi pada industri telekomunikasi di Indonesia, yang terjadi pada kurun waktu tahun 2006 sampai dengan tahun 2008, dimana hampir semua operator selular dalam industri telekomunikasi tersebut masuk dalam sebuah fase yang dapat dikatakan sebagai fase kompetisi harga dengan intensitas yang cukup tinggi, dimana aksi sebuah perusahaan telekomunikasi yang menurunkan tariff jualnya diikuti oleh perusahaan (operator) lainnya dengan strategi yang sama yaitu menurunkan tarif jual baik layanan maupun kartu telepon. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh pengaruh yang ditimbulkan dengan adanya kompetisi harga tersebut terhadap kinerja keuangan masing-masing perusahaan telekomunikasi tersebut, sebagai dampak yang paling parah dengan adanya kompetisi tersebut adalah perusahaan (operator) telekomunikasi tersebut dapat menjadi default karena asset yang dimiliki lebih kecil jika dibandingkan dengan kewajiban yang harus dipenuhinya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah peringkat atau urutan perusahaan telekomunikasi di Indonesia dengan resiko keuangan (default) terbesar. Penelitian ini menggunakan tiga buah model yang digunakan sebagai alat untuk melihat potensi default yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan telekomunikasi tersebut. Alat penelitian yang digunakan adalah model Merton, yang intinya model ini menghitung besarnya probability of default pada sebuah perusahaan dengan melihat normal distribution dari selisih antara asset dengan equity yang dimiliknya, sehingga untuk menghitungnya digunakan data yang sudah ada yaitu laporan keuangan per kuartal dari semua perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang sudah terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Alat kedua yang digunakan adalah model Z Score Altman, model ini pada dasarnya adalah sebuah multi variate analysis, dalam model Z Score Altman ini kondisi/kinerja keuangan perusahaan disusun berdasarkan kategorisasi (score) dari sebuah model dimana variable yang digunakan adalah rasio dari beberapa parameter fundamental keuangan sehingga dapat dilihat seberapa besar potensi default sebuah perusahaan dengan membandingkan dengan scoring yang telah ditentukan dari model Z Score Altman. Selanjutnya alat penelitian ketiga yang digunakan adalah analisis fundamental rasio keuangan perusahaan telekomunikasi yang ada, sehingga akan didapatkan sebuah informasi yang cukup lengkap dari alat penelitian yang digunakan tersebut ditambah dengan rasio keuangan yang ada sehingga potensi terjadinya default dapat dianalisis konsitensinya. Dari penelitian ini akan dapat diambil beberapa poin penting terkait dengan fenomena kompetisi harga yang terjadi, bahwa fenomena tersebut mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi tersebut, dimana perusahaan dengan jumlah asset yang kecil menjadi sangat rentan terhadap terjadinya default jika dibandingkan dengan perusahaan yang mempunyai asset tingkat menengah atau besar, hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan dengan model Merton. Penghitungan terhadap rasio keuangan fundamental juga menunjukkan hasil yang sama dengan apa yang dihasilkan oleh model Merton, dimana perusahaan kecil cenderung mempunyai tingkat resiko terhadap terjadinya default jauh lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan besar. Hasil yang sedikit berbeda dengan apa yang ditunjukkan dengan metode Altman dimana terjadi perbedaan urutan (peringkat) dimana perusahaan dengan asset kecil berada pada tingkat menengah terhadap resiko terjadinya default, akan tetapi secara keseluruhan dari semua alat peneitian menunjukkan hasil yang konsisten terhadap probability of default pada perusahaan telekomunikasi tersebut.
This thesis (research) was triggered by the phenomenon which occurred at sector telecommunication industry in Indonesia. Where during certain period the price competition intencity was quite intensive, since when one telecommunication company offering lower price for their service and product price, then other company will following them. First, The Objective of this research was to find out how deep the affects of the price competition to the financial performance from each telecommunication company. Therefore, at this research will calculated the probability of default from each telecommunication company, then we will get the number of the probability of default percentage. From that point, we will summaries the result through the rank of the company based on the level of the probability of default. The research against the probability of default at the telecommunication company in Indonesia using three tools. The research tool which used to measuring the level of probability of default were Merton Model, wehere the basic principle of this model was calculating the difference between the number of asset and equity from certain (each) company, where it will shows whether the company will have ability to fulfill their liabilities or not. Then we are also using Altman model which using financial rasio analysis to measure the company by comparing the calculation result with the table which classified the company categorized whether in the default condition or not. Then, this research was using regression analysis to get the level of the significany and correlation between variable which used at the probability of default calculation. The research was using existing data for the research sources which it has available at Indonesia Stock Exchange in term of quarterly financial report where it has well publish. The result of this research, with the Merton Model, it showing us that company with small asset more risky compared to the company with high number of asset when they are take a part in the price competition with high intensity. The Merton Model result was in line with the calculation result which coming from the fundamental analysis, therefore, the rank of the company from those method was similar. And it is showing slightly different result with the calculation model using altman Z Zcore Altman model, where the company with the small asset occupied the middle level of the company rank.
Kata Kunci : probability of default, telecommunication industry, risk management, Model Merton, Z Score Altman, fundamental analysis