EVALUASI EFISIENSI WAKTU DAN BIAYA PROYEK PEMBENTUKAN BASIS DATA SISMIOP PBB TAHUN ANGGARAN 1999 / 2000 PADA KANTOR PELAYANAN PBB MAGELANG BERBASISKAN METODE PERT
Yasin, Aminullah (Adv.Drs. Agus Ahyari, MBA.), Drs. Agus Ahyari, MBA.
2001 | Skripsi | S1 Extention - Management
Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Pajak bertugas untuk mengumpulkan dana pembangunan dari masyarakat. Dalam menjalankan
kegiatannya, Kantor Pelayanan PBB mempunyai serangkaian aktifitas yang bisa dikatagorikan sebagai proyek, yaitu kegiatan pembentukan basis data SISMIOP PBB. Proyek ini dibiayai oleh anggaran rutin belanja negara dan penggunaannya harus benar - benar efektif dan efisien untuk
menekan terjadinya pemborosan dana pembangunan. Selama ini, dalam proyek pembentukan basis data SISMIOP yang dilakukan Kantor Pelayanan PBB dirasakan masih kurang efisien dalam penggunaan waktu dan biaya proyek yang sudah direncanakan sebelumnya. Berdasarkan latar belakang permasalahan inilah, penulis tertarik untuk meneliti Iebih jauh tentang efisiensi waktu dan biaya proyek ini. Dengan menggunakan analisis jaringan kerja berbasiskan metode PERT, diharapkan dapat menghasilkan waktu dan biaya yang Iebih efisien.Proyek yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah proyek Pembentukan Basis Data SISMIOP
PBB Tahun Anggaran 1999 12000 yang dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan PBB Magelang. Proyek ini direncanakan mulai pada awal bulan Pebruari 1999 dan berakhir pada akhir bulan Desember 2000, dengan rencana biaya sebesar Rp. 60.356.000,00, bersumber dari Biaya
Operasional Kantor Pelayanan PBB Magelang untuk tahun anggaran 1999 / 2000. Analisis yang dilakukan penulis adalah dengan mengaplikasikan analisis jaringan kerja
menggunakan metode PERT ini dalam merencanakan waktu dan biaya proyek melalui beberapa tahapan antara lain analisis kegiatan proyek, analisis kurun waktu kegiatan proyek, analisis jalur kritis proyek, analisis varian proyek, analisis perpendekan waktu proyek dan analisis efisiensi waktu dan biaya proyek. Penulis menggunakan sarana soft ware khusus untuk pengelolaan proyek, yaitu program Microsoft Project yang sudah banyak dipakai oleh berbagai pihak. Hasil analisis yang didapatkan adalah kegiatan - kegiatan yang ada dalam proyek hasil analisis jaringan kerja ini Iebih terperinci dibandingkan proyek yang tercantum dalam rencana kerja pendataan Kantor Pelayanan PBB Magelang, sehingga dapat meningkatkan akurasi perkiraan kurun waktu kegiatan dan urutan kegiatan berdasarkan logika ketergantungan yang ada. Waktu penyelesaian masing - masing kegiatan proyek hasil analisis jaringan kerja ini lebih akurat dibandingkan waktu kegiatan proyek yang tercantum dalam rencana kerja pendataan Kantor Pelayanan PBB Magelang karena lebih terperincinya kegiatan yang ada didalamnya, Umur proyek
hasil analisis jaringan kerja ini adalah 604,23 hari kerja, lebih cepat dibandingkan umur proyek yang
tercantum dalam rencana kerja pendataan Kantor Pelayanan PBB Magelang. Jika dimisalkan pimpinan proyek ingin melihat kemungkinan proyek hasil analisis jaringan kerja ini dapat dikerjakan kurang dari umur proyek sebesar 604,23 hari kerja, maka,dapat dihitung persentase tercapainya target yang dimaksud dengan menggunakan konsep varian dan standar deviasi proyek. Biaya total proyek hasil analisis jaringan kerja ini sebesar Rp. 46.513.589,00 dan biaya tersebut lebih sedikit dibandingkan biaya proyek yang tercantum dalam rencana kerja pendataan Kantor Pelayanan PBB Magelang sebesar Rp. 60.356.000,00. Jika dimisalkan selisih biaya tersebut
oleh manajer proyek akan dipergunakan untuk memperpendek umur proyek dengan batasan tidak terbentuknya jalur kritis baru, maka umur proyek bias diperpendek sampai dengan 151,23 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp. 60.241.567,65. Secara keseluruhan, jika dibandingkan antara proyek hasil analisis jaringan kerja ini
dengan proyek yang tercantum dalam rencana kerja pendataan Kantor Pelayanan PBB Magelang, maka waktu pelaksanaan proyek akan lebih efisien sebesar 1,75 % atau 10,77 hari dan biaya proyek akan lebih efisien sebesar 22,93 % atau Rp. 13.842.411,00. Selanjutnya, jika dimisalkan manajer
proyek memutuskan untuk memperpendek umur proyek sampai dengan 151,23 hari, maka waktu pelaksanaan proyek akan lebih efisien sebesar 75,41 )/0 atau 463,77 hari dan biaya proyek akan lebih efisien sebesar 0,19% atau Rp. 114.432,23. Dari hasil yang didapatkan di atas, maka penulis menyarankan agar dalam setiap proyek
pembentukan basis data SISMIOP PBB menggunakan analisis jaringan kerja berbasiskan metode PERT ini karena dapat lebih efisien dalam perencanaan waktu dan biaya proyek, termasuk juga proyek - proyek lain yang dilaksanakan oleh Kantor Pemerintahan lainnya.
Kata Kunci : efisiensi waktu, biaya proyek, basis data, sismiop PBB, tahun anggaran 1999 / 2000, kantor pelayanan PBB, Magelang, metode pert